Rayakan Tahun Baru Islam, Warga Curahgrinting Berebut Gunungan Hasil Bumi

Probolinggo – Ada tradisi unik di Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo untuk menyambut Tahun Baru Islam. Yaknk, tradisi tahunan yang digelar Rabu malam (3/8/22), di mana ratusan warga berebut gunungan hasil bumi dan nasi tumpeng. Mereka berharap keberkahan dan dimurahkan rezekinya.

Tradisi menyambut 1 Muharram, ini sudah lima tahun terakhir digelar Padepokan Walisongo, Sholawat Nariyah. Sebelum diperebutkan, dua gunungan ini diarak dari Kantor Kecamatan Kanigaran, di Jalan Slamet Riyadi menuju Padepokan Walisongo, di Kelurahan Curahgrinting, Jalan Asahan sejauh 1,9 kilometer.

Arak-arakan gunungan ini diiringi sejumlah peserta mulai dari pembawa obor, musik tradisional Madura, dan iring-iringan pasukan berkuda.

Setelah kembali ke padepokan, ada prosesi khusus yakni palang pintu atau penyerahan gunungan kepada pihak padepokan. Sebelumnya dua gunungan tersebut diperebutkan, difelar pembacaan Surat Yasin hingga doa bersama.

Pengasuh Yayasan Padepokan Walisongo, Sholawat Nariyah, Ahmad Kusnadi mengatakan, tradisi ini sudah lima tahun digelar. Selain memperingati Tahun Baru Islam, acara ini juga digelar agar masyarakat mendapatkan berkah hingga diberi keselamatan saat bekerja.

“Selain itu, acara ini untuk menyelamati bumi yang kita pijak, dan kita ambil isinya serta doa bersama yang digelar sebelum perebutan dua gunungan. Juga untuk menolak balak dan musibah khususnya bagi warga Kelurahan Curahgrinting,” ujarnya.

Setelah doa bersama, barulah dua gunungan yakni nasi kuning, dan hasil bumi diperebutkan oleh warga. Yang paling diburu dalam perebutan gunungan ini yakni hasil hasil bumi mulai dari terong, kacang panjang, tomat, hingga uang pecahan 2 ribu rupiah.

Salah satu warga yang berebut gunungan, Viki Fitrianingsih (28), mengatakan, sengaja datang di acara yang di gelar tiap tahun untuk berebut gunungan dan tumpeng raksasa. Dikatakan dengan mendapat hasil bumi gunungan ini, ke depan ia berharap mendapat keselamatan dan berkah.

Baca Juga  Delapan Bulan, Probolinggo Dilanda 110 Bencana Alam

“Hasil bumi yang saya dapat ini untuk dimasak, sedangkan untuk nasi langsung saya makan. Mudah-mudahan lebih berkah dan dimurahkan rezeki,” ujarnya.(*)

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Zainul Hasan R.

Baca Juga

Tatap Pelantikan, Sarbumusi Kab. Probolinggo Audiensi dengan Wakil Bupati

Probolinggo,- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Probolinggo mendatangi pendopo Bupati …