Probolinggo,– Seorang warga Desa Satreyan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, diduga menjadi korban pembegalan oleh enam orang tak dikenal saat berangkat bekerja pada Sabtu (25/7/2026) dini hari.
Korban dilaporkan sempat pingsan setelah dipukul dari arah belakang dan mengalami luka akibat terjatuh ke aspal jalan.
Informasi awal diperoleh dari Ahmad, warga Desa Maron Wetan, yang mengaku mengetahui kronologi kejadian berdasarkan informasi yang diterimanya.
Menurut Ahmad, korban bernama Imam, warga Desa Satreyan, berprofesi sebagai tukang selep daging pentol di Pasar Maron. Korban disebut rutin berangkat bekerja sekitar pukul 05.00 WIB.
“Korban biasa berangkat kerja ke pasar sekitar jam lima pagi. Diduga sejak awal sudah dibuntuti oleh para pelaku,” ujar Ahmad kepada jurnalis media ini.
Berdasarkan keterangan Ahmad, peristiwa tersebut terjadi setelah korban melintasi jembatan perbatasan Kecamatan Maron dan Kecamatan Gading menuju ruas jalan ke arah barat yang relatif sepi menuju Pasar Maron.
Lokasi tersebut berada di sekitar bekas tempat pembuangan sampah yang kini sudah tidak lagi digunakan.
Ahmad menuturkan, korban diduga telah diintai sebelum akhirnya dipepet oleh enam orang yang mengendarai sepeda motor.
Salah satu kendaraan yang disebutkan saksi adalah Honda Scoopy berwarna merah. Korban kemudian diduga dipukul dari arah belakang hingga terjatuh dan kehilangan kesadaran.
“Korban tidak dibacok. Dia dipukul dari belakang sampai pingsan, lalu jatuh ke aspal,” kata Ahmad.
Korban kemudian dievakuasi warga ke Puskesmas Maron untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah sadar, korban diketahui mengalami luka lecet akibat benturan dengan aspal, terutama pada bagian kaki.
Selain mengalami luka, Ahmad juga menyebut sepeda motor milik korban dilaporkan hilang setelah kejadian.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan tindak pidana tersebut, termasuk motif, identitas pelaku, maupun status kendaraan korban. (*)












