Probolinggo,- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo resmi membuka tahapan penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum untuk periode 2026–2030.

Pengumuman ini disampaikan dalam jumpa pers yang digelar di ruang Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo pada Selasa (30/6/2026).

Ketua Panitia Pemilihan, Muchlis, menegaskan bahwa seluruh proses pemilihan akan berjalan dengan menjunjung tinggi netralitas dan bebas dari intervensi politik.

Dalam kesempatan tersebut, Muchlis yang juga merupakan anggota DPRD setempat, turut membantah rumor yang menyebutkan namanya masuk dalam bursa calon ketua umum.

Jumpa pers yang dimulai pukul 13.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Probolinggo 2026.

Selain mengumumkan tahapan penjaringan, panitia juga memaparkan persyaratan calon Ketua Umum serta membuka sesi tanya jawab dengan awak media yang hadir.

Fokus Besarkan Cabor Domino

Muchlis menjelaskan bahwa dirinya ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pemilihan pada Rapat Kerja (Raker) KONI tanggal 17 Juni 2026 lalu.

Penunjukan ini dilakukan setelah dirinya menerima SK sebagai Ketua Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Kabupaten Probolinggo.

Sempat ragu saat awal menerima amanah tersebut, Muchlis akhirnya memantapkan diri untuk fokus membesarkan cabang olahraga domino ketimbang ikut berkompetisi memperebutkan kursi ketua umum.

“Saya kira itu adalah integritas yang mahal, yang tidak banyak dimiliki orang. Saya berani menerima sebagai ketua panitia karena saya merasa belum mampu untuk jadi ketua umum. Saya memilih untuk fokus di cabang olahraga Orado, mungkin nanti 2030 ketika cabang ini sudah sukses, baru saya pertimbangkan,” ujar Muchlis.

Ia juga menepis isu miring yang mengaitkan namanya dalam bursa pencalonan. Menurutnya, demi menjaga etika, sangat tidak pantas jika seorang ketua panitia pemilihan justru ikut maju sebagai kandidat.

“Saya pastikan netralitas saya 100 persen. Panitia dan proses pemilihan ketua umum ini bersih dari intervensi pihak manapun. Saya tidak akan masuk ke urusan politik dalam pemilihan ini di posisi manapun. Saya tetap berkomitmen membesarkan Orado di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Bursa Calon Masih Dinamis

Di sisi lain, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo saat ini, Zainul, memilih untuk tidak membeberkan nama-nama bakal calon yang tengah beredar di kalangan internal.

Ia menyebut peta persaingan menuju kursi panas KONI Kabupaten Probolinggo Periode 2026–2030 masih sangat dinamis.

“Bocoran nama calon yang akan mendaftar sampai hari ini masih berkembang. Saya sebagai Ketua KONI tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan nama-nama tersebut kepada publik,” tutur Zainul.

Zainul juga menggarisbawahi bahwa KONI Kabupaten Probolinggo selaku penyelenggara bersikap pasif dalam hal dukungan. Lembaga tersebut tidak memiliki kewenangan maupun hak suara untuk merekomendasikan figur tertentu.

“Saya secara pribadi tidak punya rekomendasi terhadap calon ketua umum manapun. Tidak punya hak suara, tidak punya kepentingan,” pungkas Zainul. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.