Pasuruan,- Sebanyak 200 crosser adu nyali pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross Seri 5 di Sirkuit Putra Airlangga Risqy Motor Sport, Desa Jerukpurut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/7/26).

Kejuaraan yang memperebutkan Piala Kapolda Jawa Timur itu diikuti pembalap dari belahan Nusantara, seperti Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Jawa.

Sejak pagi, para pembalap bergantian menaklukkan lintasan tanah dengan berbagai rintangan. Lompatan (jumping) berukuran tinggi dan tikungan tajam, jadi santapan.

Selain itu, kontur lintasan yang berubah-ubah membuat para peserta harus mengombinasikan kecepatan dan teknik mengendalikan sepeda motor. Sejumlah pembalap bahkan sempat terjatuh saat melewati rintangan.

Salah seorang crosser, Ananda Riski, mengaku menikmati karakter lintasan di Sirkuit Putra Airlangga Risqy Motor Sport.

Menurutnya, ukuran lintasan yang luas dan rintangan yang tersedia membuat balapan berlangsung lebih menantang.

“Seru dan menantang. Sirkuitnya enak, besar, jumpingannya juga tinggi-tinggi,” ujar pebalap asal Lamongan ini.

Pemilik Sirkuit Putra Airlangga Risqy Motor Sport, Rohmawan menyebut, Kejurnas Motocross Seri 5 merupakan salah satu rangkaian kejuaraan nasional yang digelar setiap tahun.

Pada musim ini, kejuaraan dijadwalkan berlangsung hingga seri kedelapan dengan melibatkan tim dari berbagai provinsi di Indonesia.

“Ini Kejurnas seri kelima. Pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan daerah lainnya,” bebernya.

Menurut Rohmawan, penyelenggaraan Kejurnas tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan pembalap sejak usia dini.

Bahkan, kelas yang dipertandingkan dimulai dari usia enam tahun hingga kelas senior. Adapun rangkaian Kejurnas tahun ini direncanakan sampai seri kedelapan.

“Tujuannya menciptakan cikal bakal crosser Indonesia agar bisa menjadi pembalap internasional, sekaligus membina bibit-bibit pembalap supaya tidak terjerumus balap liar,” cetusnya.

“Kelas yang dipertandingkan dimulai dari usia enam tahun,” Rohmawan memungkasi. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.