Probolinggo,- Disiplin berlatih menjadi kunci untuk menjadi atlet profesional. Semangat itu ditunjukkan puluhan atlet panjat tebing Kota Probolinggo yang tetap menjalani latihan rutin di tengah libur sekolah.
Selain menjaga kondisi fisik dan mengasah teknik, latihan tersebut juga menjadi persiapan menghadapi sejumlah kejuaraan dalam waktu dekat.
Sejak libur sekolah dimulai pada 22 Juni 2026, puluhan atlet yang tergabung dalam Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo tetap menjalani program latihan secara rutin.
Para atlet, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), memilih tetap berlatih meski teman-teman sebayanya menikmati masa liburan.
Bagi mereka, latihan yang konsisten menjadi modal utama untuk meraih prestasi, baik di tingkat lokal, regional, lebih-lebih nasional.
Selain mengasah teknik memanjat, para atlet juga dibekali latihan mental. Program latihan berlangsung dua hingga lima kali dalam sepekan, ditambah latihan fisik secara mandiri di rumah.
Salah satu atlet muda panjat tebing, Sabrina Janita Dinansyah mengatakan, meski libur sekolah telah tiba, dirinya bersama atlet lainnya tetap berlatih.
Bahkan, porsi latihan ditambah sebagai persiapan menghadapi berbagai kejuaraan. Ia mengaku tidak iri dengan teman-temannya yang sedang menikmati liburan.
“Saya ingin menjadi atlet profesional dan berjuang mengharumkan nama Kota Probolinggo pada setiap kejuaraan yang akan diikuti,” kata Sabrina, Selasa (7/7/26).
Sabrina menjelaskan, selain mengikuti latihan lima hari dalam sepekan, dirinya juga rutin berlatih fisik di rumah. Seperti sit-up, pull-up, push-up, dan jogging agar kondisi tubuh tetap prima.
“Saya ingin menjadi atlet panjat tebing profesional seperti Desak Made Rita Kusuma Dewi yang baru saja meraih medali emas pada kejuaraan World Climbing Series di Krakow, Polandia,” imbuhnya.
Orang tua atlet, Ervina, mengaku terus memberikan dukungan penuh kepada anaknya. Menurutnya, si anak memahami bahwa latihan merupakan kunci untuk meraih prestasi sehingga tetap berlatih meski sedang libur sekolah.
“Keinginan anak saya adalah menjadi juara di berbagai kejuaraan. Karena itu, meski sedang libur sekolah dan naik ke kelas VI, dia tetap semangat berlatih,” ujarnya.
Pelatih panjat tebing sekaligus pengurus FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi, bersyukur antusiasme para atlet tetap tinggi, meski tengah musim libur sekolah.
Dijelaskan Iwan, atlet yang tidak berlibur tetap menjalani latihan sedikitnya tiga kali dalam sepekan.
Dalam waktu dekat, para atlet akan mengikuti Mahapala Unira Climbing Competition (MUCC) di Pamekasan pada akhir Juli 2026. Kejuaraan terbuka itu diikuti secara mandiri oleh atlet dan menjadi ajang untuk mengukur kemampuan serta peringkat mereka.
Iwan menilai, berdasarkan hasil Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) sebelumnya, catatan waktu terbaik atlet putra berada di kisaran 5–6 detik, sedangkan atlet putri sekitar 7 detik.
FPTI Kota Probolinggo juga mulai mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Persiapan diawali melalui penyelenggaraan turnamen Wali Kota Cup, sementara beberapa atlet telah dipanggil mengikuti seleksi.
“Atlet-atlet tersebut saat ini menjalani training camp mandiri sebagai langkah awal persiapan, meskipun Kota Probolinggo belum secara resmi memulai program persiapan Porprov,” beber Iwan. (*)












