Jember, – Persid Jember meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persemay Maybrat pada lanjutan Grup P Liga 4 Nasional di Stadion Jember Sport Garden (JSG), Rabu (3/6/26) sore. Namun, laga tersebut berlangsung dalam tensi tinggi dan diwarnai hujan kartu dari wasit.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil agresif demi mengamankan poin penuh. Persaingan ketat di lapangan membuat pertandingan berjalan keras dengan sejumlah pelanggaran yang terjadi sepanjang laga.

Situasi mulai memanas pada menit ke-22 ketika pemain Persemay Maybrat, Frans Taribaba, mendapat kartu merah usai melakukan pelanggaran keras.

Keputusan wasit itu memicu protes dari kubu tim tamu yang menilai hukuman tersebut terlalu berat.

Meski unggul jumlah pemain, Persid tidak mudah menembus pertahanan disiplin Persemay. Gol yang ditunggu publik Jember akhirnya lahir pada menit ke-42 melalui sundulan Farrel yang memaksimalkan umpan silang dari sisi lapangan.

Memasuki babak kedua, pertandingan tetap berlangsung sengit. Benturan antarpemain beberapa kali terjadi sehingga pertandingan kerap terhenti.

Hingga laga usai, wasit mengeluarkan total sembilan kartu, terdiri atas delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Lima kartu kuning di antaranya diberikan kepada pemain Persemay.

Ketegangan tidak hanya terjadi di lapangan. Pada salah satu momen pertandingan, seorang suporter Persid kedapatan melempar botol ke dalam lapangan.

Insiden tersebut langsung mendapat perhatian petugas keamanan dan menjadi catatan tersendiri dalam laga yang berlangsung panas itu.

Manajer Persemay Maybrat, Steven Murafer, mengaku kecewa terhadap sejumlah keputusan wasit.

Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan timnya yang mampu memberikan perlawanan meski harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.

“Kami kecewa, tetapi menerima apa pun keputusannya. Kami yakin dengan kemampuan yang kami miliki masih bisa lolos ke fase berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Persid Jember, Nurul Huda, menilai anak asuhnya belum menunjukkan performa terbaik meski berhasil mengamankan tiga poin.

“Meski unggul jumlah pemain, anak-anak belum berani bermain terbuka,” katanya.

Tambahan tiga poin membuat Persid Jember tetap memimpin klasemen sementara Grup P. Hasil ini sekaligus membuka peluang lebih besar bagi Macan Raung untuk melangkah ke babak 32 besar Liga 4 Nasional.

Penulis : M. Abdul Rozak Mubaroki mengamankan poin penuh. Persaingan ketat di lapangan membuat pertandingan berjalan keras dengan sejumlah pelanggaran yang terjadi sepanjang laga.

Situasi mulai memanas pada menit ke-22 ketika pemain Persemay Maybrat, Frans Taribaba, mendapat kartu merah usai melakukan pelanggaran keras.

Keputusan wasit itu memicu protes dari kubu tim tamu yang menilai hukuman tersebut terlalu berat.

Meski unggul jumlah pemain, Persid tidak mudah menembus pertahanan disiplin Persemay. Gol yang ditunggu publik Jember akhirnya lahir pada menit ke-42 melalui sundulan Farrel yang memaksimalkan umpan silang dari sisi lapangan.

Memasuki babak kedua, pertandingan tetap berlangsung sengit. Benturan antarpemain beberapa kali terjadi sehingga pertandingan kerap terhenti.

Hingga laga usai, wasit mengeluarkan total sembilan kartu, terdiri atas delapan kartu kuning dan satu kartu merah. Lima kartu kuning di antaranya diberikan kepada pemain Persemay.

Ketegangan tidak hanya terjadi di lapangan. Pada salah satu momen pertandingan, seorang suporter Persid kedapatan melempar botol ke dalam lapangan.

Insiden tersebut langsung mendapat perhatian petugas keamanan dan menjadi catatan tersendiri dalam laga yang berlangsung panas itu.

Manajer Persemay Maybrat, Steven Murafer, mengaku kecewa terhadap sejumlah keputusan wasit.

Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan timnya yang mampu memberikan perlawanan meski harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.

“Kami kecewa, tetapi menerima apa pun keputusannya. Kami yakin dengan kemampuan yang kami miliki masih bisa lolos ke fase berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Persid Jember, Nurul Huda, menilai anak asuhnya belum menunjukkan performa terbaik meski berhasil mengamankan tiga poin.

“Meski unggul jumlah pemain, anak-anak belum berani bermain terbuka,” katanya.

Tambahan tiga poin membuat Persid Jember tetap memimpin klasemen sementara Grup P. Hasil ini sekaligus membuka peluang lebih besar bagi Macan Raung untuk melangkah ke babak 32 besar Liga 4 Nasional. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.