Pasuruan,- Lintasan menurun di kawasan Prigen, Kabupaten Pasuruan, yang selama ini menjadi arena gledekan untuk sementara akan kembali lengang.

Polisi memutuskan menghentikan seluruh aktivitas olahraga tradisional tersebut setelah terjadi insiden saat seorang peserta terjatuh hingga menabrak pembatas lintasan saat pelaksanaan Minggu (12/7/26).

Keputusan penghentian sementara itu diambil Polsek Prigen bukan untuk mengakhiri keberadaan gledekan, melainkan memberi ruang bagi penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan sistem keselamatan yang diterapkan.

Kapolsek Prigen AKP Mulyono mengatakan, gledekan merupakan olahraga dengan tingkat risiko yang tinggi.

Jalur menurun, tikungan tajam, serta karakter lintasan yang menuntut keterampilan pengendara membuat aspek keselamatan tidak boleh diabaikan.

Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Penyelenggara Gledekan agar seluruh aktivitas dihentikan sementara hingga proses evaluasi selesai dilakukan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan ketua penyelenggara gledekan. Penyelenggara siap mengikuti arahan dan akan mengevaluasi adanya gledekan tersebut,” ujar Mulyono.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya menyangkut lintasan, tetapi juga kelayakan unit gledekan yang digunakan serta perlengkapan keselamatan peserta.

“Gledekan itu ekstrem. Standar keamanan harus dipenuhi, mulai dari jalur dan gledekan itu sendiri,” tegasnya.

Di Prigen, gledekan telah lama dikenal sebagai salah satu olahraga rekreasi yang memanfaatkan kendaraan sederhana berbahan kayu tanpa mesin.

Dengan mengandalkan gaya gravitasi, peserta meluncur mengikuti kontur jalan pegunungan yang menurun.

Sensasi itulah yang selama ini menjadi daya tarik, sekaligus menyimpan risiko apabila tidak ditunjang sistem keamanan yang memadai.

Ketua Penyelenggara Gledekan, Dian Cahyono, mengaku pihaknya menerima keputusan dan akan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memperbaiki seluruh aspek penyelenggaraan.

“Berhenti sementara untuk evaluasi. Kemarin juga saya menghubungi Bu Evi dari Kadis Provinsi,” katanya.

Ia berharap evaluasi yang dilakukan dapat menghasilkan SOP yang lebih baik sehingga kegiatan gledekan tetap bisa dilaksanakan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

“Harapan kami semua kegiatan ini tetap berjalan dengan meningkatkan standar keamanan dan kelayakan peserta sesuai SOP yang akan kami evaluasi,” pungkas Dian. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.