Probolinggo,– Reno Handoyo terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (1/8/26).
Reno terpilih aklamasi sebagai calon tunggal setelah mengantongi 34 dukungan atau rekomendasi dari total 44 cabang olahraga (cabor) dibawah naungan KONI Kabupaten Probolinggo. Reno sendiri merupakan ketua cabor kick boxing.
Reno yang sebelumnya juga telah menjadi pengurus, akan menggantikan ketua KONI Kabupaten Probolinggo sebelumnya, Zainul Hasan, untuk masa kepengurusan lima tahun kedepan.
“Dengan kekompakan bersama teman-teman, kita akan kerja keras. Kita akan memotivasi semua atlet, pelatih, dan ketua cabang olahraga. Kita akan bersilaturahmi, datang ke basecamp masing-masing, serta memberikan dukungan penuh agar mereka semakin bersemangat,” ujar Reno usai Musorkab.
Menurut Reno, peningkatan prestasi olahraga tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Karena itu, pihaknya akan membangun kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan melibatkan para investor sebagai pendukung pembinaan cabang olahraga.
“Ke depan kami akan merangkul CSR yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kami juga akan mengajak investor dan perusahaan agar setiap cabang olahraga memiliki bapak asuh yang menjadi penanggung jawab pembinaan atlet,” katanya.
Reno menilai keterlibatan sektor swasta menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana latihan yang selama ini dihadapi sejumlah cabang olahraga.
Selain fokus pada pembinaan atlet, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ini memastikan konsep sport tourism yang menjadi gagasan Bupati Probolinggo akan menjadi salah satu program prioritas kepengurusannya.
Ia menilai, berbagai kegiatan olahraga akan diarahkan untuk digelar di kawasan destinasi wisata maupun di lokasi yang berdekatan dengan objek wisata agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Semua kegiatan nanti akan kita libatkan di lokasi yang berada di destinasi wisata Kabupaten Probolinggo. Kalaupun tidak tepat di lokasi wisata, paling tidak berada di sekitarnya sehingga memberikan dampak terhadap pariwisata dan perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya. (*)












