Lumajang,- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Blok Metigi Renteng, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, kembali ditangani tim gabungan pada Senin (14/9/26).
Tim gabungan yang terdiri atas TNBTS, BPBD, TNI, Polri dan potensi lainnya melakukan pemantauan serta penanganan terhadap titik api yang masih ditemukan di kawasan hutan tersebut.
Kalaksa BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan penanganan dilakukan setelah tim melakukan apel kesiapan personel dan koordinasi dengan sejumlah pihak.
“Pada pukul 08.00 WIB, regu siaga BPBD Kabupaten Lumajang melakukan apel kesiapan personel penanganan karhutla,” kata Isnugroho.
Selanjutnya pada pukul 09.00 WIB, personel mengikuti apel bersama di Makoramil 0821/03 Senduro sebelum bergerak menuju Desa Argosari.
Personel BPBD Kabupaten Lumajang dan Koramil 0821/03 Senduro tiba di kawasan hutan TNBTS Blok Metigi Renteng sekitar pukul 10.50 WIB.
Satu jam kemudian, personel gabungan mulai melakukan penyusuran untuk mencari kepulan asap dan titik api yang masih ada.
“Pukul 11.00 WIB, personel gabungan yang terdiri dari BPBD, Koramil dan TNBTS mulai melakukan penyusuran asap yang masih ada titik api,” ujar Isnugroho.
Penanganan berlangsung hingga siang. Pada pukul 14.00 WIB, titik api kembali menyala di area Blok Metigi Renteng.
Tim gabungan langsung melakukan pemadaman secara manual menggunakan gepyok. Petugas juga membuat sekat bakar atau ilaran untuk mengantisipasi penyebaran api.
“Sekitar pukul 16.00 WIB, titik api di wilayah Desa Argosari dinyatakan padam,” jelasnya.
Namun, petugas masih menemukan kepulan asap yang berasal dari sisa batang pohon yang sudah terbakar. Lokasinya berada jauh dari jangkauan penanganan karena kondisi medan yang curam.
“Pukul 16.00 WIB, titik api di wilayah Desa Argosari dinyatakan padam dan tinggal kepulan asap yang berasal dari sisa batang pohon yang sudah terbakar dan berada jauh dari penanganan karena medan curam,” kata Isnugroho.
Setelah memastikan titik api padam, tim gabungan turun dari Blok Metigi Renteng pada pukul 16.20 WIB untuk kembali ke satuan masing-masing.
Lanjut dia, penanganan karhutla di kawasan tersebut menghadapi sejumlah kendala. Sebab, titik api hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
Selain medan yang curam, angin yang cukup kencang juga menghambat pergerakan tim dan dapat mempercepat sebaran api.
“Material yang terbakar berupa pohon akasia dan semak belukar kering. Sementara luasan kawasan yang terbakar masih dalam perhitungan TNBTS,” jelasnya.
Sebanyak 19 personel berada di lokasi. Mereka terdiri dari enam personel TNBTS, dua personel Polsek, empat personel Koramil, lima personel BPBD dan dua personel MPA. (*)












