Pasuruan,- Turnamen sepak bola Piala Bupati Pasuruan 2026 diwarnai kericuhan. Laga penyisihan Grup C antara Lekok United dan Rembang United di Lapangan Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Senin (14/9/26), berakhir ricuh.
Kericuhan terjadi setelah pertandingan yang dimenangkan Rembang United dengan skor tipis 1-0. Sejumlah suporter Lekok United diduga tidak menerima hasil pertandingan dan kepemimpinan wasit.
Situasi kemudian memanas. Ratusan suporter Lekok United menerobos masuk ke lapangan dan melakukan aksi penganiayaan terhadap wasit yang memimpin pertandingan.
Padahal, kekalahan tersebut tidak memengaruhi langkah Lekok United di turnamen. Tim tersebut tetap memastikan tiket ke babak delapan besar setelah sebelumnya mengoleksi 12 poin.
Perwakilan panitia pelaksana, Fandi Arnanto, menyayangkan kericuhan yang terjadi. Menurutnya, aksi tersebut seharusnya tidak terjadi karena tim Lekok United tetap melanjutkan kiprahnya di babak berikutnya.
“Sangat disayangkan. Padahal Lekok United tetap lolos, tapi oknum suporternya kurang dewasa,” ujar Fandi Arnanto, Selasa (15/9/2026).
Menanggapi kericuhan tersebut, Dispora Kabupaten Pasuruan bersama panitia penyelenggara langsung melakukan evaluasi.
Insiden yang terjadi juga dibahas dalam sidang Komisi Disiplin (Komdis) untuk menentukan langkah selanjutnya.
Kepala Dispora Kabupaten Pasuruan, Agus Mashadi, mengaku menyesalkan terjadinya aksi anarkis yang mencoreng jalannya turnamen. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar pertandingan berikutnya dapat berlangsung lebih aman.
Terkait sanksi, Agus mengatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi mengenai insiden tersebut serta hasil pembahasan Komdis. Setelah seluruh proses evaluasi selesai, barulah keputusan terkait sanksi akan ditetapkan.
Sebagai langkah antisipasi, Dispora juga memutuskan memindahkan venue pertandingan babak delapan besar. Stadion dengan sistem pengamanan dan perimeter yang lebih memadai akan dipilih untuk mencegah terulangnya kericuhan.
“Untuk babak delapan besar nanti, kami cari stadion yang lebih aman agar kericuhan tidak terulang,” Agus memungkasi. (*)












