Pasuruan,- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di wilayah Kabupaten Pasuruan terus meluas.
Setelah sebelumnya terjadi di kawasan Dingklik, Penanjakan, api kini terpantau hingga kawasan Bukit Cinta.
Kondisi tersebut membuat tim gabungan harus meningkatkan upaya pemadaman, baik melalui jalur darat maupun udara.
Asap putih pekat terlihat membumbung dari sejumlah titik di lereng perbukitan.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah vegetasi di lereng bukit tampak hangus terbakar. Petugas juga harus menjangkau titik api yang berada di medan terjal dengan memindahkan selang pemadam ke lokasi yang lebih tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, hingga Rabu (12/8/2026), terdapat sedikitnya lima titik api yang terpantau dari udara.
“Jadi hari ini masih terjadi kebakaran. Utamanya yang paling parah ini adalah di sekitar daerah Dingklik ya, di sekitar Penanjakan itu. Di sekitar situ ada lima titik spot kebakaran sebagaimana yang kita dapatkan dari visual helikopter water bombing,” ujar Sugeng.
Menurutnya, pemadaman dilakukan secara simultan dengan mengerahkan personel dan peralatan di darat, serta dukungan helikopter untuk melakukan water bombing.
“Saat ini pemadaman dilakukan baik secara manual maupun menggunakan helikopter water bombing. Tiga helikopter sudah beberapa kali melakukan pemadaman dari udara,” jelasnya.
Untuk memperkuat pemadaman dari darat, BPBD Kabupaten Pasuruan mengerahkan enam armada tangki dan enam mobil pemadam kebakaran. Sejumlah armada tersebut mendapat dukungan dari BPBD kabupaten/kota lain.
“Kita menurunkan armada 6 tangki dan 6 mobil damkar. Ini di support dari beberapa teman-teman BPBD di kabupaten/kota yang lain, termasuk dari Nganjuk, Jombang, Malang, dan sebagainya. Jadi kita sangat berterima kasih,” ungkap Sugeng.
Sugeng menambahkan, perkembangan titik api cukup dinamis. Sejumlah titik yang sebelumnya sempat padam kembali muncul, sementara titik baru juga terdeteksi.
Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi embusan angin yang cukup kencang sehingga berpotensi membawa api dan bara ke kawasan lain.
“Titiknya ini ada yang kemarin sudah padam muncul kembali, sehingga menjadi lima titik ini. Tadi pagi baru sekitar satu dua titik, tetapi perkembangan sekarang sudah ada lagi titik-titik baru,” beber Sugeng.
“Mungkin karena angin. Anginnya berembus dari barat ke timur sekarang, jadi arah penyebarannya ke arah timur,” tambahnya.
Pihaknya menargetkan seluruh titik api dapat dipadamkan secepatnya. Upaya maksimal dilakukan agar kebakaran tidak terus meluas ke kawasan konservasi lainnya.
“Harapannya kita hari ini sudah selesaikan semua pemadaman. Maksimal hari Jumat mudah-mudahan sudah bisa kita selesaikan. Mudah-mudahan tidak menyebar ke mana-mana,” pungkasnya.
Hingga Rabu siang, proses pemadaman masih berlangsung. Petugas gabungan terus berjibaku mengendalikan kebakaran, dengan fokus penanganan diarahkan ke kawasan Bukit Cinta. (*)












