Pasuruan,- Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terbakar hebat pada Sabtu (26/9/2026) siang. Kebakaran menghanguskan sekitar 300 kios dari total kurang lebih 360 kios yang berada di dalam pasar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan menjalar di bagian dalam pasar, terlebih kondisi angin saat kejadian cukup kencang.

Perwakilan pedagang mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pedagang lain di lokasi, api diduga muncul dari panel listrik yang berada di bagian tengah sisi selatan pasar.

“Info dari teman-teman yang ada di situ, dari panel listrik. Panel listriknya di blok yang tengah, tengah bagian selatan,” ujar perwakilan pedagang tersebut.

Menurutnya, bangunan pasar yang terbakar merupakan bangunan lama. Bagian atas bangunan juga masih menggunakan material kayu dan sejak awal berdiri belum pernah direnovasi.

“Bangunan lama semuanya. Karena faktor usia,” katanya.

Kebakaran melanda sejumlah blok pasar, yakni Blok A, B, C, D dan E. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun para pedagang mengalami kerugian materiil.

Sementara itu, Pengurus Pasar Desa Kepulungan, Suparat, menyebut dari sekitar 360 kios yang ada, kurang lebih 300 kios di bagian dalam pasar terbakar.

Sedangkan kios yang berada di bagian luar atau mengelilingi pasar tidak ikut terbakar.

“Jumlahnya kurang lebih 360 kios. Yang terbakar kurang lebih 300,” ujar Suparat.

Upaya pemadaman dilakukan menggunakan sejumlah armada pemadam kebakaran.

Suparat menyebut sekitar empat armada pemadam dikerahkan, termasuk dari Gempol, Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Sidoarjo.

Sebelum armada pemadam tiba, warga dan pengelola pasar juga berupaya melakukan pemadaman menggunakan truk tangki air.

Total sekitar 20 tangki air masuk ke lokasi untuk membantu memadamkan api.

“Kalau yang tangki sekitar 20 lebih, sekitar 20 total,” jelasnya.

Setelah armada pemadam tiba, api dapat dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Suparat memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai lebih dari Rp2 miliar.

“Kurang lebih ya sekitar hampir Rp2 miliar lebih,” katanya.

Untuk sementara, seluruh pedagang diminta keluar dari area pasar. Lokasi kejadian juga dipasangi garis polisi dan pedagang baru diperbolehkan masuk setelah mendapat instruksi dari pihak kepolisian.

Terkait penyebab kebakaran, Suparat menyebut dugaan sementara berasal dari korsleting listrik.

Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.

“Dugaannya dari korsleting, korsleting arus pendek listrik,” pungkasnya. (*)

Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.