Jember,- Sebanyak 200 pengusaha sound system di Kabupaten Jember bersiap menggelar aksi menolak pelarangan total kegiatan sound horeg.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 November 2026 dengan melibatkan armada truk yang dilengkapi perangkat pengeras suara.

Rencana aksi itu muncul menyusul pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Ketertiban Umum oleh DPRD Jember bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember.

Regulasi tersebut turut membahas penertiban aktivitas sound horeg yang selama ini menuai pro dan kontra di masyarakat.

Ketua Jember Sound System Community (JSSC), Arif Sugiartani, mengatakan pihaknya menghormati masyarakat yang tidak setuju dengan kegiatan sound horeg.

Namun, ia menolak jika pemerintah mengambil langkah pelarangan secara menyeluruh.

“Sejak awal kami sampaikan bahwa kami menghormati siapa pun yang tidak setuju terhadap kegiatan sound horeg di Jember,” ujar Arif, Jumat (6/11/26).

Menurutnya, pelarangan total berpotensi berdampak pada mata pencaharian pemilik persewaan sound system, kru teknis, hingga pelaku UMKM yang selama ini mendapatkan penghasilan dari kegiatan tersebut.

Arif menegaskan, JSSC tidak keberatan jika aktivitas sound horeg diatur melalui regulasi yang jelas.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait membuka ruang dialog untuk mencari jalan tengah.

“Sejatinya kami mau diatur. Mari kita duduk bersama dan membahas aturannya. Kami akan mengikuti dan mencari jalan tengah. Tetapi bila pihak lain tetap ingin menutup, kami akan turun aksi,” tegasnya.

Sebagai bentuk konsolidasi, JSSC telah berkoordinasi dengan para pemilik usaha sound system.

Arif menyebut, sekitar 200 pemilik unit telah menyatakan kesiapan mengikuti aksi pada 16 November mendatang.

Masing-masing peserta direncanakan membawa satu truk sound system yang dilengkapi delapan subwoofer.

Selain itu, JSSC memperkirakan jumlah massa yang akan terlibat dalam aksi tersebut mencapai 5.000 orang.

“Kami rencanakan tanggal 16 November 2026 akan menggelar aksi dan telah melakukan koordinasi,” ungkapnya.

“Saat ini sudah ada 200 owner sound horeg yang masing-masing siap membawa satu truk sound berisi delapan subwoofer,” Arif menegaskan. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.