Probolinggo,- Aktivitas wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, tetap berjalan normal pada akhir pekan ini, meski sebelumnya sempat mengalami erupsi pada Kamis (5/11/26) sore.

Wisatawan masih diperbolehkan mengunjungi sejumlah destinasi dengan tidak mendekati kawah radius 1 km.

Pantauan wartawan media ini,Sabtu pagi (7/10/26), aktivitas wisata di area  Gunung Bromo terlihat normal.

Sejumlah kendaraan jip dan kendaraan wisatawan terlihat lalu lalang di pintu masuk Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Meaku pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBS) tidak menutup wisata Bromo, namun sesuai rekomendasi PVMBG, pengunjung dilarang mendekati kawah Bromo dengan radius 1 km.

“Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG Bromo, bahwa pihaknya menghimbau pada wisatawan, pelaku jasa wisata, serta masyarakat untuk tidak mendekat ke kawah Bromo radius 1 km,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1 BB TNBTS, Septi Eka Wardhani

Septi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya, mulai dari melakukan himbauan pada wisatawan yang hendak masuk ke Bromo di pintu masuk, termasuk patroli.

Selain itu, pihaknya juga memasang banner himbauan di sejumlah titik strategis dengan wisatawan tidak mendekat ke kawah radius 1 km.

Meski tak bisa mendekat ke kawah Bromo, pengunjung masih bisa menikmati berbagai keindahan alam Bromo, mulai dari Lautan Pasir, Pasir Berbisik, hingga kawasan Savana yang kini mulai menghijau.

“Upaya ini tak lain untuk keselamatan kita semua, kemudian, Gunung Bromo tetap indah meski dilihat dari jarak jauh,” imbuh Septi Eka Wardhani.

Hingga saat ini, status Gunung Bromo masih berada pada Level II atau Waspada.

Wisatawan diimbau tetap mengikuti arahan petugas dan tidak memasuki kawasan terlarang demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.