Probolinggo,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan melakukan penataan parkir jip di kawasan wisata Seruni Point, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni menyediakan area bebas parkir atau free area di sepanjang jalan menuju kawasan wisata tersebut.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, persoalan lalu lintas di kawasan Seruni Point muncul ketika terjadi lonjakan wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penumpukan kendaraan jip yang digunakan oleh para wisatawan.
Menurutnya, penataan tidak hanya menyangkut parkir, tetapi juga perlu dilakukan secara terpadu, termasuk memastikan kelancaran akses lalu lintas dan kelaikan kendaraan.
“Salah satu persoalannya adalah penumpukan jip yang parkir di sisi kanan dan kiri jalan menuju Seruni Point. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kemacetan, terutama saat terjadi lonjakan wisatawan,” kata Edi, Senin (21/9/26).
Edy menjelaskan, berdasarkan hasil kesepakatan, pihaknya akan menyiapkan free area di sepanjang jalan menuju Seruni Point sebagai solusi jangka pendek.
Area tersebut, menurut Edy, nantinya dapat dimanfaatkan kendaraan jip untuk bermanuver sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.
“Free area ini akan ditandai menggunakan marka atau banner agar tidak digunakan untuk parkir. Keberadaannya membutuhkan komitmen para pengemudi jip agar benar-benar dijaga dan tidak digunakan sebagai tempat parkir,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kabupaten Probolinggo, Bambang Singgih Hartadi, mengatakan pihaknya juga akan memastikan kelaikan kendaraan jip yang mengangkut wisatawan.
Uji kelaikan, dijelaskan Bambang, sejauh ini menggunakan metode portable akan dilaksanakan pada 28 hingga 30 September 2026.
“Dua lokasi kita siapkan, yakni Gerbang Wisata Sukapura dan Terminal Jembatan Kaca. Dengan uji portable ini, kami ingin memastikan kendaraan yang mengangkut wisatawan memenuhi persyaratan kelaikan jalan,” bebernya.
Bambang menyebut, aspek kelaikan kendaraan menjadi penting mengingat karakteristik ruas jalan menuju kawasan wisata yang relatif sempit dan memiliki kepadatan kendaraan saat kunjungan wisatawan meningkat.
“Selain uji kelaikan, penataan parkir nantinya juga akan melibatkan masyarakat sekitar. Mereka akan mendapatkan pelatihan mengenai pengaturan lalu lintas dan parkir,” pungkasnya. (*)












