Probolinggo– Setelah sukses menggelar Even Seven Lakes tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali menghadirkan even wisata akbar tahun ini.
Kali ini, even Seven Beachs Festival akan digelar pada pertengahan November 2026. Even ini tidak hanya bertujuan mendongkrak sektor pariwisata, tetapi juga mengenalkan budaya pesisir sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Seven Beach Festival 2026 mengusung tema ‘Probolinggo Paradise, Harmoni dan Pesona Wisata Bahari’. Even ini disiapkan bukan sekadar sebagai agenda hiburan, melainkan menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan wisata dan budaya pesisir Kabupaten Probolinggo.
Even Seven Beachs Festival 2026 akan berlangsung di tujuh pantai yang membentang dari Kecamatan Tongas hingga Paiton. Tujuh spot tersebut yakni Pantai Bahak, Pantai Gili Ketapang, Pantai Bentar, Pantai Klasik, Pantai Duta, Pantai Greenthing, dan Pantai Bohay.
Tujuh pantai yang menjadi venue akan merepresentasikan keberagaman pesona wisata bahari yang menjadi kearifan lokal Kabupaten Probolinggo.
Masing-masing pantai akan dikembangkan sesuai potensi dan karakteristiknya, sehingga setiap lokasi memiliki daya tarik serta pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Seven Beachs ini tidak hanya sekadar even yang digelar selama tujuh hari saja kemudian selesai, tapi lebih mengenalkan potensi pantai-pantai di Kabupaten Probolinggo,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, Sabtu (12/9/26).
Heri menjelaskan, Seven Beachs juga akan memadukan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, olahraga, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, hingga kehidupan masyarakat pesisir.
Kegiatan tersebut, sambungnya, diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Selain itu, bisa mendorong masyarakat untuk kian mengenal dan mencintai destinasi wisata di daerahnya sendiri.
“Kami sudah mensurvei tujuh pantai tersebut dan memang setiap pantai memiliki karakter, potensi, dan tantangan yang berbeda. Sehingga, kita tidak ingin memaksakan satu konsep saja. Namun, keberagaman ini yang ingin kita angkat menjadi kekuatan Seven Beachs Festival,” beber Heri.
Heri menambahkan, kesuksesan even perdana itu membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga perangkat daerah, komunitas, pelaku usaha, masyarakat, serta unsur lainnya.
“Harapan kami, setelah even ini selesai, bukan semuanya selesai, tetapi tujuh pantai semakin dikenal dengan tingginya tingkat kunjungan wisata hingga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat pesisir,” pungkasnya. (*)












