Lumajang,- Dua pendaki berinisial BK (19) dan MWF (19) asal Kabupaten Sidoarjo dilaporkan hilang di kawasan Gunung Semeru, Kecamatan Ranu Pani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kedua pendaki tersebut diduga memasuki kawasan Gunung Semeru tanpa mengikuti prosedur perizinan resmi.

Kepala Bagian Tata Usaha Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Bambang Suryono membenarkan adanya laporan dua pendaki yang hilang tersebut.

“Kalau kronologi jelas belum ada, karena tidak ada yang tahu pendaki itu masuk,” kata Bambang, Minggu (8/11/2026).

Bambang menyebut, berdasarkan dugaan sementara, kedua pendaki mulai melakukan pendakian pada (2/11/26).

“Nah yang jelas dugaannya masuk tanggal 2 November, dan asal Sidoarjo,” kata Bambang.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa menjelaskan, keberadaan kedua pendaki mulai diketahui setelah mereka menyewa sepeda motor di Terminal Lumajang untuk menuju kawasan Ranu Pani pada Rabu (4/11/2026).

Sehari kemudian, Kamis (5/11/2026), pihak penyewa kendaraan bersama petugas RPTN Ranu Pani melakukan pencarian terhadap kedua pendaki tersebut. Pencarian berlangsung sepanjang hari, tetapi belum membuahkan hasil.

Petunjuk baru lantas ditemukan pada Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Petugas bersama pemilik kendaraan menemukan sepeda motor yang disewa kedua pendaki di sebuah ladang milik warga di sekitar kawasan pendakian Gunung Semeru.

“Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam upaya pencarian kedua pendaki. Pada pukul 14.55 waktu setempat, Tim Rescue Pos SAR Jember bergerak menuju lokasi kejadian dengan estimasi perjalanan sekitar 3 jam 26 menit,” beber Oka.

Operasi pencarian dua pendaki yang hilang di Gunung Semeru melibatkan Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor SAR Banyuwangi, TNBTS, Polrestabes Surabaya, BPBD Kabupaten Lumajang, serta masyarakat setempat.

Dalam proses pencarian, tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan untuk mendukung operasi di medan Gunung Semeru.

Peralatan tersebut meliputi kendaraan operasional, drone thermal, perlengkapan mountaineering, peralatan jungle rescue, hingga peralatan medis.

Oka mengatakan, kondisi cuaca di lokasi pencarian saat itu cerah berawan.

Seluruh unsur SAR gabungan terus berkoordinasi untuk menemukan keberadaan kedua pendaki.

“Kondisi cuaca di lokasi cerah berawan. Seluruh upaya pencarian dilaksanakan dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi seluruh unsur SAR gabungan,” ucap Oka.

“Hingga laporan awal ini disampaikan, kedua pendaki masih berstatus dalam pencarian,” pungkasnya. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.