Probolinggo,– Upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo, hingga Selasa (11/8/26) siang, terus dilakukan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan penanganan Karhutla Bromo rampung dalam tiga hari kedepan, tepatnya pada Jumat (14/8/26).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, saat ini upaya pemadaman masih dilakukan di dua titik api, yakni wilayah P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dan wilayah Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Karena lokasi titik api berada di tebing yang sulit dijangkau untuk dilakukan pemadaman secara manual, petugas melakukan pemadaman menggunakan metode water bombing dengan mengerahkan tiga helikopter.
“Kami sampaikan kepada Danrem, Sekda, Kalaksa BPBD, baik provinsi maupun kabupaten, bahwa kita upayakan dua titik ini pada hari Jumat sudah selesai pemadaman. Sehingga, dua helikopter yang melaksanakan water bombing akan kita geser ke lokasi lain,” kata Suharyanto.
Dalam proses water bombing, terdapat sejumlah kendala, mulai dari medan yang berada di tebing dengan kemiringan mencapai 80 derajat, sehingga pemadaman secara manual tidak dapat dilakukan.
Selain itu, sumber air yang digunakan berada di Ranu Pani. Faktor cuaca juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Namun, berdasarkan prediksi BMKG, pada 14 hingga 18 September terdapat potensi pertumbuhan awan hujan yang memungkinkan dilakukannya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Jika nantinya dilaksanakan OMC dan turun hujan, maka akan lebih efektif dalam membantu proses pemadaman,” ujarnya.
Suharyanto menambahkan, hingga saat ini luas lahan yang terbakar akibat Karhutla Bromo mencapai 889 hektare.
“Luasan tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan,” imbuhnya. (*)












