PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Meriahnya perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia rupanya berdampak pada sektor ekonomi. Salah satunya, Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Probolinggo produknya dipesan Pemprov Jawa Timur dalam jumlah banyak.

Pemprov Jatim memesan sebanyak 4.500 pieces (pcs) sambal ikan jenggelek dan 1.000 kue kacang. Pemilik produk sambal ikan jenggelek Feni Nuraeni mengatakan, produk sambalnya dipesan  Pemprov Jatim pada tanggal 10 Agustus kemarin.

“Jadi ketika kami mengikuti Pameran di Grand City Surabaya tanggal 10 Agustus, produk kami dipesan Pemprov Jatim. Otomatis kita harus kerja cepat mengingat besok harus kita bawa produk itu ke Grahadi Surabaya,” ucap Feni, Selasa (13/8) kepada awak media saat ditemui di tempat pembuatan sambal Jl. Kartini Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Waktu yang mepet membuatnya melibatkan beberapa karyawan termasuk tetangga. Tak hanya  mengejar waktu, ia sempat kesulitan beberapa bahan pokok seperti cabai karena selain bertepatan dengan hari raya Idul Adha harganya juga mahal hingga Rp 85.000 /kg.

“Sempat bingung kan kemarin, karena pas hari raya jadi keliling cari bahan-bahan yang dibutuhkan,” kata Feni.

Proses pembuatan sambal ikan jenggelek. (Foto : Rahmad S).

Dengan pesanan 4.500 pcs sambal ikan jenggelek, ia butuh 6 kuintal bahan seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, termasuk 50 kilogram ikan jenggelek.

Prosesnya tak begitu rumit, semua bahan tersebut digoreng singkat, lalu dihaluskan menggunakan mesin penghalus yang kemudian ditumis hingga benar-benar halus.

Produk sambal ikan jenggelek merupakan binaan Asosiasi Makanan Minuman Jawa Timur (AMJ). Ketua AMJ Korda Probolinggo, Erlinus Slova Iliyus Inada memastikan, produk tersebut ia bina dan biasa dipromosikan se-IKM Jatim.

“Beberapa produk IKM kami promosikan hingga Jawa Timur termasuk sambal ikan jenggelek ini. Bahkan produk ini sampai dibeli orang luar negeri seperti dari Malaysia dan Singapura,” katanya.

Biasanya dengan satu pcs botol kecil, sambal ikan jenggelek biasa dijual dengan harga Rp 15.000. Rasanya yang asin pedas, membuat para penikmat sambal menjadi ingin mencoba lagi. (*)

 

 

Penulis: Rahmad Soleh

Editor: Ikhsan Mahmudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here