PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Maraknya tempat prostitusi di wilayah Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, membuat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat ‘mumet’. Meski berulangkali ditertibkan, namun bisnis esek-esek itu tetap menjamur.

Camat Besuk, Teguh Prihantoro mengatakan, sejauh ini bisnis esek-esek di wilayahnya aktif beroperasi sedikitnya di tiga desa. Waktu operasinya pun cukup terbuka, yakni antara pukul 8.00 hingga 17.00 WIB. Rata-rata tempat prostitusi berkedok warung kopi.

“Beberapa wilayah yang kami pantau masih ada bisnis haram itu, meliputi Desa Sindetlami, Klampokan dan Randujalak” kata Teguh, Jum’at (5/10/2018).

Mantan Camat Sumber ini menyebutkan, ia dan jajaran Muspika masih mencari cara ampuh dan solutif, agar wilayahnya segera bersih dari praktek prostitusi. “Sudah beberapa kali ditertibkan, tapi mereka paling lama tutup satu minggu. Setelah itu buka kembali,” tambah dia.

Saat ditanya wilayah mana yang akan ditertibkan terlebih dahulu, Teguh menyebut bahwa sejumlah titik prostitusi di Desa Klampokan merupakan skala prioritas. Sebab menurutnya, lokalisasi yang terletak di barat laut kantor Kecamatan Besuk itu lebih kompleks pelanggarannya.

“Kalau di desa lain, paling cuma warung kopi plus karaoke dan purelnya (pemandu lagu, red). Sedangkan di Desa Klampokan, PSK sama kamarnya sudah disediakan. Tarifnya, tamu cukup membayar Rp. 30 ribu,” terang Teguh. (*)

 

 

Penulis : Moh Ahsan Faradies

Editor : Efendi Muhammad

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here