Probolinggo,– Kantor Polres Probolinggo Kota mendadak menjadi arena ‘bentrok’ puluhan pemuda, Sabtu (20/6/26) pagi.
Namun, ketegangan yang terjadi bukan karena aksi kriminalitas, melainkan persaingan sengit dalam Turnamen E-Sports Mobile Legends bertajuk Kapolres Probolinggo Kota Cup.
Turnamen yang digelar di ruang Rupatama Mapolres Probolinggo Kota ini diikuti oleh 14 tim dengan total 70 peserta.
Menggunakan sistem gugur, setiap tim yang terdiri dari lima pemain harus saling mengalahkan sejak Round 1, Round 2, semifinal, hingga babak final untuk memperebutkan gelar juara.
Fokus Jaring Bibit Atlet Muda
Ketua Komunitas Mabar Game Online Probolinggo sekaligus Ketua Panitia, Riyan Effendi, menjelaskan bahwa kompetisi ini sengaja membatasi usia peserta antara 16 hingga 22 tahun.
Langkah ini diambil agar turnamen benar-benar efektif sebagai wadah pengembangan bakat, khususnya atlet lokal.
“Tujuannya memberikan kesempatan kepada generasi muda, khususnya pelajar yang baru lulus sekolah, agar dapat mengembangkan bakatnya di bidang e-sports,” ujar Riyan.
Riyan menambahkan, batasan usia tersebut membuat sasaran turnamen lebih fokus kepada para pelajar dan pemuda potensial.
Pihaknya berharap dapat menemukan bibit-bibit baru atlet e-sports yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Probolinggo di tingkat yang lebih tinggi.
Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, mengungkapkan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian acara untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Ia menyebut antusiasme masyarakat, khususnya pencinta game gadget, sangat luar biasa.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak yang mendaftar, namun tidak semuanya dapat mengikuti kompetisi karena pendaftaran telah ditutup. Pada turnamen kali ini terdapat total 70 peserta yang bertanding,” jelas Iptu Zainullah.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa para pemenang tidak hanya mendapatkan trofi di tingkat lokal, tetapi juga peluang karier e-sports yang berjenjang.
Juara dari turnamen ini akan dikirim untuk mewakili Polres Probolinggo Kota di tingkat Polda Jawa Timur, dan berpeluang melaju hingga turnamen tingkat Polri.
“Harapan kami melalui turnamen ini akan lahir bibit-bibit atlet e-sports baru di Kota Probolinggo. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi contoh bahwa generasi muda dapat memanfaatkan gadget untuk kegiatan yang positif dan berprestasi,” tambahnya.
Antusiasme dan Optimisme Peserta
Sengitnya persaingan tidak menyurutkan mental para peserta. Salah satu punggawa dari Tim Tukang Kalah, Mikael Marcelino Susanto, mengaku sangat optimistis menghadapi turnamen ini dan memasang target tinggi.
“Motivasi kami mengikuti turnamen ini tentu ingin menjadi pemenang. Target minimal kami adalah juara tiga. Kami juga ingin menjadi wakil Kota Probolinggo di tingkat berikutnya,” pungkas Mikael dengan penuh semangat. (*)












