Menu

Mode Gelap
Blarr! Bondet Meledak di Sumber Wetan Kota Probolinggo, Lukai Seorang Pemuda Mencekam! Warga Bakar Gedung Negara Grahadi Surabaya Unjuk Rasa Meluas, Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Bertindak Tegas Mahasiswa Jember Turun Jalan, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri Berawal dari Bakar Sampah, Warung di Kota Probolinggo Ludes Terbakar Begal Bersenjata Celurit Gasak Motor di Winongan Pasuruan

Sosial · 4 Agu 2022 20:01 WIB

Jengah 6 Bulan Terisolir, Warga Sindetlami Besuk Bongkar Pagar


					Jengah 6 Bulan Terisolir, Warga Sindetlami Besuk Bongkar Pagar Perbesar

Besuk,- Penutupan pagar yang dilakukan secara sepihak oleh Misbahul Munir, warga Dusun Nagger RT/RW 15/5 Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, di lingkungannya menuai polemik.

Pasalnya, langkah itu membuat akses 8 Kepala Keluarga (KK) tertutup. Buntutnya, pagar dari anyaman bambu setinggi 1,8 meter itu pun dibongkar warga, Kamis (4/8/22).

Warga setempat, Herman (40) mengatakan, aksi bongkar paksa dilakukan karena warga meyakini bahwa pagar tersebut dipasang di atas tanah yang bukan milik orang yang memasang pagar.

“Rencana kan hari ini akan dilakukan pengukuran tanah oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional, red), teteapi yang masang pagar itu menurunkan orang untuk menghalang-halangi,” katanya.

Menurut Herman, pagar itu dipasang oleh Misbah sejak Februari 2022 lalu. Ia meyakini, penutupan akses itu ada kaitannya dengan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), yang juga digelar pada Februari lalu.

“Dengan Misbah, (saya) memang beda pilihan, setelah penghitungan tanggal 17 Februari itu, yang saya dukung menang, dan yang didukung Misbah kalah. Akhirnya pada hari itu juga sekitar pukul 15.00 WIB, Misbah langsung masang pagar,” cerita Herman.

Alhasil, akibat akses tertutup membuat 8 rumah yang dihuni sekitar 25 jiwa, tidak bisa menikmati akses jalan umum di daerah tersebut. Satu-satunya jalan yang bisa dilalui warga untuk keluar masuk adalah jalan alternatif yang dibangun di atas sungai dengan ketinggian kurang lebih 5 meter.

“Itu pun yang bisa hanya motor, mobil tidak bisa masuk. Bahkan ada tetangga saya yang mobilnya tidak bisa masuk sejak adanya pagar itu, hampir setengah tahun selalu dititipkan ke warga,” tuturnya.

Dengan adanya pengukuran tanah, Herman berharap, konflik bisa segera berakhir. Warga yang selama ini terisolasi, bisa mendapatkan haknya kembali dan dapat beraktivitas normal.

“Selama menggunakan jalur alternatif, sebenarnya kami khawatir, untuk sekolah kan anak-anak harus lewat jembatan, kalau sampai jatuh kan bisa fatal,” pungkas Herman.

Dikonfirmasi terpisah, Kuasa Hukum Misbahul Munir, Nanang Hariyadi menyangkal jika konflik antara kliennya dengan warga dilatarbelakangi persoalan beda pilihan saat Pilkades.

“Sudah ada penanganan dari kepolisian, besok (Jumat, red) ada mediasi di Polres Probolinggo. Yang jelas tidak ada kitannya dengan Pilkades, jadi hasilnya bagaimana tergantung besok,” ungkapnya. (*)

 

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Zainullah FT

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mahasiswa Jember Turun Jalan, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri

30 Agustus 2025 - 20:32 WIB

Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib

30 Agustus 2025 - 08:34 WIB

Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan

29 Agustus 2025 - 19:10 WIB

Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus

29 Agustus 2025 - 04:15 WIB

Stadion Bayuangga Bakal jadi Venue Hari Jadi Kota Probolinggo, Askot PSSI dan Suporter Persipro Meradang

28 Agustus 2025 - 17:24 WIB

PKK Kabupaten Pasuruan Ikut Andil dalam Pencegahan Narkoba Bersama BNN

26 Agustus 2025 - 17:31 WIB

Layang-layang Jadi Penyebab Utama Padamnya Listrik PLN di Lumajang

26 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Bangunan Liar di Kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan Dibongkar Paksa

25 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Trending di Sosial