Probolinggo,— Bendahara Kelompok Tani (Poktan) Tani Sejahtera di Dusun Krajan, Desa Jambangan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Sistro (56), gundah.

Bagaimana tidak, bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa kendaraan roda tiga hasil bantuan DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) yang diterima kelompoknya pada tahun 2022 lalu, kini tak berbekas.

Kegundahan itu disampaikan Sistro di kediamannya, Rabu malam (15/7/26). Sistro menuturkan, bantuan kendaraan roda tiga diserahkan pada masa Penjabat Kepala Desa Jambangan, Munib.

Saat itu, Agus Budiono atau yang akrab disapa Budi menjabat sebagai Ketua Poktan Tani Sejahtera. Sedangkan dirinya mendapat amanah sebagai bendahara utama.

“Kalau enggak keliru, itu masanya Pak Munib. Tahun 2022 itu,” ujar Sistro.

Menurut Sistro, kendaraan tersebut sempat dititipkan di rumahnya selama sekitar satu tahun sebelum akhirnya dibawa oleh Agus Budiono selaku ketua kelompok.

Sejak saat itu, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti keberadaan maupun kondisi kendaraan, yang sejatinya diperuntukkan secara kolektif

“Keberadaan roda tiga itu dipegang Pak Budi. Terus katanya Pak Budi itu tidak punya sepeda, sementara roda tiga itu dibawa sama Pak Ketua,” ceritanya.

Sistro mengaku pernah menanyakan langsung kepada Agus Budiono mengenai keberadaan kendaraan bantuan. Menurutnya, Agus Budiono menyampaikan bahwa kendaraan itu masih berada dalam penguasaannya karena dirinya tidak memiliki kendaraan lain.

“Budi itu jawabnya, ‘Ada dipegang saya, soalnya saya sekarang tidak punya sepeda motor. Masih dipegang saya,’ bilang gini,” tutur Sistro menirukan jawaban Agus Budiono.

Ia menyebut, selama kurang lebih dua tahun terakhir, tidak ada warga maupun anggota kelompok tani lain yang mempertanyakan keberadaan aset tersebut.

Kondisi itu, menurut Sistro, menimbulkan kekhawatiran karena kendaraan bantuan pemerintah berpotensi tidak dimanfaatkan secara optimal oleh anggota kelompok tani yang membutuhkan.

“Ya kalau gitu ya bingung juga. Soalnya takut ada petani yang membutuhkan itu,” cetus Sistro.

Ia berharap kendaraan dapat dikembalikan ke Desa Jambangan agar kembali menjadi aset bersama yang bisa dimanfaatkan seluruh anggota kelompok tani secara terbuka.

“Roda tiga itu dikembalikan ke Jambangan. Terserah Pak Ketua nanti ditaruh di mana saja. Dititip di sini tidak apa-apa, dititip di rumah Pak Kades juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada Ketua Kelompok Tani Tani Sejahtera, Agus Budiono, telah dilakukan melalui pesan pribadi WhatsApp (WA). Namun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.