Lumajang,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mulai mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026.
Penyaluran perdana dilakukan di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, dan menjangkau 124 kepala keluarga atau 425 jiwa.
Distribusi dilakukan setelah Bupati Lumajang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan/Krisis Air Bersih serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan agar distribusi air bersih benar-benar menyasar wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami berupaya memastikan setiap laporan yang masuk segera ditindaklanjuti melalui asesmen sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” kata Isnugroho dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Menurutnya, laporan sejak dini akan mempercepat proses asesmen dan penyaluran bantuan.
“Kami juga mengajak masyarakat segera melapor apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” jelasnya. (*)











