Probolinggo,- Insiden memilukan yang menimpa Maryam (42), buruh pabrik rokok asal Dusun Alas, Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, mengundang rasa keprihatinan mendalam.
Bayang-bayang ketakutan akibat aksi pembegalan yang dialaminya bersama si anak, kini menjadi perhatian serius banyak pihak, tak terkecuali dari jajaran wakil rakyat.
Tak heran saat mendengar musibah berat yang menimpa warganya, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Deni Ilhami, bergerak cepat. Ia lalu menyambangi kediaman Maryam, pada Rabu (22/7/26) pagi.
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud rasa empati dan kepedulian yang mendalam atas trauma serta kerugian yang dialami korban.
Dalam kunjungannya, Deni memberikan tali asih berupa uang tunai untuk membantu meringankan beban keluarga. Bantuan ini diharapkan mampu memulihkan kembali modal transportasi Maryam agar dapat kembali bekerja mencari nafkah.
“Ini bentuk simpati saya selaku wakil rakyat kepada Ibu Maryam sekeluarga yang menjadi korban begal,” ungkap Deni dengan penuh keprihatinan.
“Barangkali apa yang saya berikan bisa untuk membeli sepeda motor sehingga yang bersangkutan bisa bekerja kembali mengingat motor itu satu-satunya yang dimiliki korban,” imbuhnya.

Imbauan Kewaspadaan dan Desakan Hukum
Selain mengulurkan bantuan, Deni juga menyampaikan kepeduliannya terhadap keselamatan warga Probolinggo. Ia mengimbau masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di jam-jam rawan.
“Saya mendesak agar aparat penegak hukum, bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini dan segera menangkap kedua pelaku yang telah membuat masyarakat resah,” ucap politisi Partai Gerindra ini.
Kepedulian politisi muda itu membuat Maryam terharu. Ia mengaku amat berterimakasih karena dukungan moril dan materiil yang diberikan, menjadi suntikan semangat diatas kegundahan yang baru dialaminya.
“Saya sangat berterimakasih kepada Pak Deni. Rencananya uang yang diberikan, saya belikan motor agar bisa berangkat kerja seperti biasanya,” tutur Maryam.
Sebagaimana diketahui, Maryam menjadi korban pencurian dengan kekerasan atau pembegalan, pada Selasa (21/7/26) sekitar pukul 04.45 WIB di jalan raya Desa Tarokan.
Saat itu, Maryam sedang dalam perjalanan menuju tempatnya kerjanya dibonceng anaknya, Aliani (18), beserta seorang anaknya yang lain.
Namun ditengah perjalanan, dua orang pria misterius bermotor matik memepet dan mengancam mereka menggunakan celurit sehingga motor yang dikendarai Maryam terampas. (*)












