Jember,- Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Jember hingga Juli 2026 telah menembus Rp1 triliun. Dana tersebut telah diterima lebih dari 20 ribu pelaku UMKM.

Pelaksana Harian (Plh) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, mengatakan secara nasional pemerintah menyiapkan plafon KUR sebesar Rp290 triliun pada 2026.

Hingga Juli, realisasi penyalurannya telah mencapai sekitar Rp160 triliun dari total plafon Rp290 triliun tahun ini.

“Insya-Allah kita berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut pada Desember nanti,” kata Riza usai menghadiri Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di New Sari Utama Convention Hall, Kecamatan Kaliwates, Selasa (21/7/26) siang.

Pemerintah juga menurunkan suku bunga pembiayaan PNM Mekaar menjadi 8 persen dari sebelumnya sekitar 20 persen.

Kebijakan itu ditujukan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro.

“Pengusaha mikro dan ultra mikro yang mendapatkan pembiayaan melalui PNM nantinya akan memperoleh bunga 8 persen sebagai bentuk afirmasi kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Riza menyebut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan penyaluran KUR terbesar di Indonesia.

Hingga Juli 2026, penyalurannya mencapai sekitar Rp27 triliun kepada lebih dari 470 ribu pelaku UMKM.

Di Kabupaten Jember, penyaluran KUR telah melampaui Rp1 triliun kepada lebih dari 20 ribu UMKM.

“Penyaluran KUR di Kabupaten Jember sudah lebih dari Rp1 triliun kepada lebih dari 20 ribu UMKM. Ini merupakan capaian yang sangat baik,” katanya.

Selain nilai penyaluran, porsi KUR yang masuk ke sektor produksi di Jember juga lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Pada semester pertama 2026, sebanyak 69 persen KUR di Jember disalurkan ke sektor produksi, sedangkan rata-rata nasional sekitar 65 persen.

“Sebanyak 69 persen penyaluran KUR di Jember pada semester pertama masuk ke sektor produksi. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sekitar 65 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait, mengatakan penurunan bunga PNM Mekaar menjadi 8 persen akan meringankan biaya pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.

“Kami akan melanjutkan program pendampingan UMKM melalui penyediaan peralatan, akses permodalan, dan pelatihan usaha agar pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya,” janji Fawait. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.