Jember,- Bupati Jember Muhammad Fawait menilai maraknya aksi demonstrasi yang berlangsung di Kabupaten Jember dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.
Dalam sepekan terakhir, sedikitnya tiga aksi massa digelar di depan Gedung DPRD Jember.
Pada Senin (15/6/26), ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jember dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Jember menggelar demonstrasi untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Selanjutnya, Sabtu (20/6/26), ribuan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menggelar aksi damai di lokasi yang sama.
Kemudian yang terbaru pada Senin (22/6/26), ratusan massa dari Pro Garda Indonesia Bersatu (ProGIB) menggelar aksi dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi rangkaian aksi tersebut, Fawait mengatakan demonstrasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati.
Menurutnya, selama berlangsung tertib dan damai, kegiatan tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi pedagang kecil yang berjualan di sekitar lokasi aksi.
“Demo-demo itu adalah satu tanda bahwa demokrasi di Indonesia dan di Jember itu berarti berjalan,” kata Fawait, Senin (22/6/26).
Ia menambahkan, aktivitas massa yang datang dalam jumlah besar turut meningkatkan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha mikro, termasuk pedagang kaki lima (PKL).
“Demo itu ada dampak positifnya loh kepada para PKL asalkan dilaksanakan secara damai dan tertib,” ujarnya.
Karena itu, Fawait mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum maupun aset daerah saat menyampaikan aspirasi.
“Jadi, selamat berdemo, jaga diri, jaga aset Jember, jangan kisruh. Insyaallah akan mendorong pertumbuhan ekonomi Jember lebih baik,” imbau Fawait. (*)












