Probolinggo,– Kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga di Dusun Karanglo, Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jum’at (19/6/2026) malam, masih menyisakan duka bagi para korban.

Ditengah proses penanganan pasca kejadian, sejumlah informasi terkait kondisi lingkungan saat kebakaran, termasuk adanya pemadaman listrik di wilayah tersebut, menguap.

Keterangan warga di lokasi, api pertama kali terlihat dari rumah Muhamad yang saat kejadian dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang berada di luar daerah untuk bekerja.

“Kondisinya memang sedang mati lampu. Api terlihat dari rumah Pak Muhamad, kemudian membesar dan merembet ke rumah saya yang posisinya berdempetan,” ujar Sadi.

Akibat kejadian tersebut, dua rumah milik Sadi dan Muhamad, mengalami kerusakan berat dengan total kerugian material diperkirakan Rp100 juta. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sekretaris Desa Asembagus, Rofi’i, mengatakan dirinya memperoleh informasi awal dari warga bahwa saat terjadi pemadaman listrik terdapat penggunaan penerangan alternatif berupa lilin di salah satu rumah yang terbakar.

“Saya pastikan Karanglo itu masuk (Kelurahan) Semampir. Kalau yang saya dengar, saat listrik padam digunakan lilin untuk penerangan,” ujar Rofi’i melalui sambungan WhatsApp (WA), Senin (22/6/2026).

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Harian (PLH) Manajer PLN ULP Kraksaan, Yudi Prasetyo, menyatakan belum menerima laporan lengkap mengenai insiden kebakaran maupun detil gangguan kelistrikan yang terjadi saat itu.

“Terkait kebakaran yang di Asembagus itu, untuk saat ini masih belum ada tindak lanjut. Saya saja baru dengar tadi,” kilah Yudi.

Ia menjelaskan, dirinya baru menjalankan tugas sebagai Plh. Manajer ULP Kraksaan menggantikan Hans Tua Sinaga yang sedang menjalani cuti. “Nanti saya sampaikan,” imbuhnya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.