Probolinggo,- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Bromo pada Sabtu petang (8/8/2026) meluas hingga ke Lembah Watangan dan Padang Savana.
Hingga Minggu siang (9/8/2026), total luas lahan yang terdampak kebakaran dilaporkan telah mencapai 520 hektare.
Kebakaran yang sempat membesar pada Sabtu malam tersebut telah padam pada Minggu pagi. Namun, api masih terlihat di wilayah tebing P30 yang masuk wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kondisi medan yang terjal, pemadaman di sejumlah titik hanya dapat dilakukan menggunakan tiga unit helikopter.
Sementara itu, petugas gabungan tetap bersiaga di bawah titik api untuk mengantisipasi api menjalar ke area yang lebih rendah.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan kebakaran yang terjadi Sabtu malam merupakan lanjutan dari kebakaran sebelumnya, bukan titik api baru.
“Jadi, kebakaran yang tadi malam merupakan lanjutan dari kebakaran yang lama, bukan titik baru. Kemudian, di daerah hutan yang tidak terlihat api masih ada, sehingga jika ada angin bisa muncul kembali,” kata Emil.
Hingga Minggu siang, luas wilayah Bromo yang terbakar mencapai 520 hektare, yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo, Lumajang, dan Malang.
Meskipun api di kawasan savana dan sejumlah lokasi lainnya telah berhasil dikendalikan, petugas gabungan tetap melakukan patroli dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Terdapat potensi kebakaran dari manusia atau bukan. Namun, ini bukan lahan garapan untuk bercocok tanam dan bakar-bakar, sehingga untuk mengantisipasi munculnya api lagi dilakukan pembatasan,” imbuhnya. (*)












