Probolinggo,— Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, mengimbau masyarakat untuk tidak membesar-besarkan polemik terkait kenaikan biaya ibadah haji 2027.
Hal tersebut disampaikannya dalam agenda reses di Pondok HATI, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/8/26) pagi.
Dini menjelaskan bahwa penetapan biaya haji saat ini masih dalam tahap proses dan belum final. Oleh karena itu, ia meminta publik tetap tenang dan tidak panik merespons isu yang beredar.
Dijelaskannya, DPR RI bersama pemerintah masih akan mengkaji secara mendalam besaran angka yang ideal melalui pembentukan Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
“Kemarin sempat ada isu mengenai kenaikan biaya, tapi di sini harapan kami selaku Komisi VIII agar diredam dulu, karena kita sedang membicarakan nanti ke depannya akan ada Panja mengenai penentuan biaya haji,” ujar legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur II (Pasuruan-Probolinggo) tersebut.
Tekankan Pentingnya Kesiapan Kesehatan
Di luar persoalan biaya, Dini menegaskan bahwa aspek yang tak kalah krusial untuk dipersiapkan calon jemaah adalah istitha’ah (kemampuan) dari segi kesehatan, fisik, mental, hingga pemahaman tata cara ibadah (ilmu haji).
Menurutnya, kesiapan finansial tidak akan maksimal jika tidak ditopang oleh kondisi tubuh yang prima selama menjalankan rukun dan wajib haji di Tanah Suci.
Ia menyarankan agar para calon jemaah memanfaatkan waktu tunggu keberangkatan untuk menerapkan pola hidup sehat, terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi atau diabetes.
“Harapan kami seluruh calon jemaah ini istitha’ah secara kesehatan. Bagi calon jemaah yang ada riwayat penyakit, harapannya bisa minum obat secara rutin dan berolahraga. Nanti kondisi tersebut akan menjadi catatan agar jemaah yang membutuhkan bisa mendapatkan pendampingan atau treatment khusus,” jelasnya.
Penambahan Kuota dan Pemangkasan Masa Tunggu
Terkait kuota keberangkatan, Dini membawa angin segar bagi warga Kabupaten Probolinggo. Ia mencatat adanya peningkatan jumlah kelompok terbang (kloter) dari daerah tersebut dibandingkan musim haji sebelumnya.
Komisi VIII DPR RI, lanjut Dini, berkomitmen untuk terus mendorong diplomasi dengan pemerintah Arab Saudi guna memperoleh penambahan kuota nasional. Langkah ini diharapkan dapat memangkas antrean masa tunggu pendaftaran yang relatif panjang.
“Kita fokus persiapan itu dulu. Apakah nanti kuota bertambah kita lihat ke depannya, tetapi yang pasti insyaallah kami upayakan kuotanya terus bertambah agar masa tunggu calon jemaah bisa lebih cepat,” tutupnya. (*)












