Probolinggo,— Aktivitas sejumlah truk pengangkut babi ternak yang berhenti di tepi Jalan Raya Panglima Sudirman, Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian warga.
Di sekitar bagian belakang truk terlihat selang air berada di permukaan jalan. Aktivitas itu diduga berkaitan dengan pembersihan ternak maupun armada dengan memanfaatkan irigasi di selatan jalan.
Aktifitas pembersihan muatan babi itu terlihat pada Selasa (1/9/26). Dua truk pengangkut babi bertingkat tampak berhenti di bahu jalan sisi selatan jalur Pantura Desa Sumberlele.
Truk tersebut berada di samping area persawahan. Di bagian belakang armada terlihat selang air tergeletak di permukaan jalan.
Tidak jauh dari lokasi, satu unit truk pengangkut ternak babi lainnya juga terlihat berhenti di sepanjang bahu jalan.
Warga yang kerap melintas di kawasan tersebut, Hadiyanto, mengaku keberatan apabila kegiatan pembersihan atau memandikan babi dilakukan di pinggir jalan.
Menurut dia, ruang publik semestinya tidak digunakan untuk kegiatan yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat ataupun menimbulkan persoalan kebersihan lingkungan.
“Kalau saya pribadi tidak setuju lah. Karena kita kan warga, warga Probolinggo lah,” ujar Hadianto.
Ia mempertanyakan alasan kegiatan tersebut dilakukan di kawasan jalan raya. Menurutnya, aktivitas yang berkaitan dengan pembersihan kendaraan maupun ternak seharusnya dilakukan di lokasi yang memang diperuntukkan untuk kegiatan tersebut.
Hadianto juga menyoroti potensi persoalan kebersihan lingkungan, bau yang menyengat serta potensi najis yang ditimbulkan. Sebab, imbuhnya, babi merupakan hewan yang diharamkan oleh agama islam, agama yang notabene mayoritas di Probolinggo.
“Yang jelas itu bisa pencemaran lingkungan, kotor-kotor, dan najisnya itu. Percikan air kan langsung kena pengendara sepeda motor, kan begitu,” ungkapnya.
Hadianto berharap persoalan tersebut mendapat perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo. Ia mendesak organisasi keagamaan itu bisa menunjukkan taringnya dengan mengambil langkah konkret.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, konfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) telah disampaikan kepada Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Wasik Hannan atau Kyai Wasik.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, pesan konfirmasi belum mendapatkan jawaban dari Kiai Wasik meski pesan pribadi via WA tersebut telah terkirim dan terbaca. (*)












