Lumajang,- Pagelaran Sendratari Segoro Topeng Kaliwungu 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, tidak sekadar ajang pelestarian budaya.
Lebih dari itu, even itu juga menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat. Sebab ribuan pengunjung memadati lokasi acara yang membuat omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL) meningkat pesat.
Salah seorang pelaku UMKM, Ningrum, mengatakan pendapatannya selama pagelaran meningkat tajam. Ia yang menjual aneka minuman sachet dan es degan mengaku memperoleh keuntungan jauh lebih besar dibanding hari-hari biasa.
“Biasanya saya hanya mendapatkan keuntungan sekitar Rp 150 ribu per hari, tapi selama Pagelaran Segoro Topeng Kaliwungu ini bisa mencapai Rp 1,2 juta lebih,” kata Ningrum, Minggu (28/6/26).
Peningkatan penjualan juga dirasakan Joko, pedagang cilok yang berjualan di kawasan tersebut. Menurutnya, seluruh dagangannya habis terjual selama pagelaran berlangsung.
“Kalau hari-hari biasa cilok saya selalu ada sisa dan sisanya saya bawa pulang. Tapi selama acara ini habis terjual semua,” beber dia.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyebut, tingginya jumlah masyarakat yang datang memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi warga.
Menurutnya, uang yang dibelanjakan pengunjung menjadi berkah bagi pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar lokasi kegiatan.
“Luar biasa, ribuan masyarakat yang datang tentu membelanjakan uangnya bagi para pedagang kaki lima dan para UMKM yang hari ini juga banyak sekali yang berjualan,” terang Indah.
“Saya tadi juga berkesempatan bertanya kepada mereka dan ternyata penjualannya meningkat berkali-kali lipat dibanding hari biasa,” tambahnya.
Bukan Sekadar Seremonial
Bupati Indah menegaskan, manfaat ekonomi tersebut menjadi alasan pemerintah daerah tidak menjadikan Segoro Topeng Kaliwungu sekadar agenda seremonial tahunan.
“Maka dari itu, kami akan terus mengembangkan kegiatan tersebut agar manfaatnya semakin luas, baik bagi pelestarian budaya maupun perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Ia mengatakan salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat pelestarian budaya topeng melalui dunia pendidikan. Saat ini, sejumlah sekolah di Lumajang mulai menjadikan kesenian topeng sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Saya akan terus mengembangkan lewat sekolah-sekolah, dan hari ini lembaga-lembaga sekolah juga sudah mulai menjadikan topeng Kaliwungu sebagai ekstrakurikuler di sekolah masing-masing,” sampainya. (*)












