PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Dua anak baru gede (ABG), yakni MMH (18) dan MWS (13) asal Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, terjerat kasus hukum. Keduanya dilaporkan atas dugaan pencabulan anak dibawah umur, yang menyebabkan korban hamil.

Informasi yang dihimpun, mereka melakukan tindakan asusila terhadap AZ (18), yang tak lain merupakan sepupu pelaku MMH. Kejadian itu terjadi pada pertengahan tahun 2018 silam. Korban disetubuhi sedikitnya 5 kali hingga berbadan dua.

Kedua pelaku kemudian ditangkap oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo, setelah orang tua korban melaporkan kelakuan bejat MMH dan MWS kepada polisi. Para pelaku diciduk di rumahnya tanpa perlawanan.

“Awalnya korban menolak saat diajak begituan oleh pelaku. Namun pelaku membujuk dan berjanji akan menikahi korban. Dari situlah korban mau diajak berhubungan layaknya suami istri,” kata Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurnianto saat pres rilis, Minggu (14/4/2019).

Ranumnya tubuh korban, rupanya membuat pelaku ketagihan. Tak berselang lama, pelaku MMH kembali meminta korban melayani nafsu bejatnya. Lagi-lagi, korban tak berdaya dan mau saja menuruti permintaan ABG yang masih duduk dibangku kelas 3 SMA itu.

“Yang paling sering mengajak korban berbuat seperti itu adalah MMH, MWS membantu saja. Kedua pelaku kami amankan setelah keluarga korban melapor, sementara korban sudah melahirkan,” jelas Eddwi.

Akibat perbuatannya, menurut Eddwi, kedua pelaku dijerat pasal 76 D Juncto pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak. Hanya saja, polisi mempertimbangkan status kedua pelaku yang masih di bawah umur.

“Ancaman hukuman 15 tahun penjara, tapi nanti kami akan berkoordinasi dengan kejaksaan negeri, karena kedua pelaku masih di bawah umur,” terang dia.

Kepada PANTURA7.com, MMH mengaku nekad ‘mengerjai’ korban, karena ingin meniru adegan dalam video porno yang sering ia tonton. “Ya penasaran, pengin nyoba saja. Kebetulan dia (korban, red) juga tinggal serumah dengan saya,” aku MMH. (*)

 

 

 

Penulis : Moh Ahsan Faradies

Editor : Efendi Muhammad

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here