Pasuruan,- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berdampak terhadap habitat satwa liar.
Vegetasi dan sumber pakan yang terbakar membuat kawanan monyet turun hingga ke pinggir jalan untuk mencari makanan.
Kondisi tersebut mengundang kepedulian warga lokal Tengger. Salah satunya dilakukan Jono, warga Desa Ngadisari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Jono secara swadaya membawa sisa buah pisang menggunakan sepeda motor untuk diberikan kepada kawanan monyet liar di kawasan Dingklik, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/8/2026).
Ia mengaku memberikan makanan tersebut karena merasa iba melihat satwa yang kehilangan sumber pakan setelah habitatnya terbakar.
“Ini ngasih makan monyet, ada sisa-sisa pisang. Karena tempatnya sudah terbakar, minimal ya kasihan, mas. Makanan di habitatnya sudah habis terbakar semua,” ujar Jono saat ditemui di lokasi.
Menurut Jono, pisang yang diberikan kepada monyet merupakan sisa dari perayaan Hari Raya Karo masyarakat Tengger. Daripada terbuang, sisa pisang tersebut dimanfaatkannya untuk membantu memenuhi kebutuhan pakan satwa liar.
“Saya warga sini (Ngadisari). Habis Hari Raya Karo kan masih ada sisa pisang, ya saya berikan saja ke monyet-monyet ini. Lahan-lahannya dan sumber makanannya sudah terbakar semua,” ungkapnya.
Ia berharap kondisi kawasan yang terbakar segera pulih sehingga satwa dapat kembali memperoleh makanan dari habitat alaminya.
“Semoga apinya segera padam dan kawasan yang terbakar bisa kembali hijau, supaya monyet-monyet ini bisa kembali mendapatkan makanan di habitatnya,” pungkasnya. (*)












