Lumajang,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memperkuat sistem peringatan dini di kawasan Gunung Semeru dengan mengoperasikan dua Pos Aju di Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, dan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo.

Kedua pos tersebut dilengkapi sirene peringatan bahaya untuk mendukung pemantauan aktivitas gunung api dan mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan keberadaan Pos Aju menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana, khususnya bagi masyarakat dan para pekerja yang beraktivitas di sekitar aliran lahar Gunung Semeru.

“Pos Aju berfungsi sebagai pusat koordinasi antara BPBD Kabupaten Lumajang dengan masyarakat serta para pekerja yang beraktivitas di sekitar aliran lahar Gunung Semeru,” ujar Isnugroho, Senin (3/8/26).

“Melalui pos ini, petugas memberikan informasi terkini mengenai potensi banjir lahar maupun awan panas guguran sehingga masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipasi sejak dini,” tambahnya.

Selain menjadi pusat penyampaian informasi, Pos Aju juga digunakan untuk memantau kondisi terkini aktifitas Gunung Semeru.

“Petugas secara berkala melakukan pengamatan visual terhadap aktivitas aliran lahar dan potensi awan panas guguran agar setiap perubahan kondisi dapat segera diketahui dan diteruskan kepada masyarakat,” jelasnya.

Disamping itu, kedua Pos Aju dilengkapi sirene peringatan yang dapat diaktifkan ketika potensi ancaman meningkat.

Dengan dukungan pemantauan langsung dan sistem peringatan tersebut, informasi kebencanaan diharapkan dapat diterima masyarakat lebih cepat sehingga risiko kecelakaan kerja maupun korban akibat bencana dapat ditekan.

Isnugroho juga mengimbau masyarakat, relawan, serta para pekerja yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Semeru untuk mematuhi arahan petugas.

“Mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui Pos Aju, serta menghentikan aktivitas di wilayah berbahaya ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung api,” pungkasnya. (*)


Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.