PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Tumpukan sampah yang mengendap di aliran kali Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, pada Jum’at (11/10) sudah tak terlihat. Pemerintah desa (Pemdes) memutuskan membersihkan kali pasca menuai protes warga.

Kepala Desa (Kades) Selogudig Kulon, Hendra Wahyu Putra mengatakan, pembersihan sampah mulai dilakukan pada Kamis (10/10) petang kemarin. Setelah dibersihkan, sampah diangkut menjauh dari kali agar tidak kembali dibuang sembarangan.

“Yang paling penting masyarakat sadar, betapa pentingnya menjaga kebersihan. Biar tidak ada gaduh lagi, tidak ada keresahan lagi, kita bersihkan. Saya harap masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarang, apalagi ke sungai,” kata Hendra, Jum’at (11/10).

Mengantisipasi pembuangan sampah ke aliran kali kembali terjadi kedepannya, Hendra melanjutkan, pihak desa akan menganggarkan pembuatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia menargetkan, tahun depan TPA sudah dibangun di desanya.

“Akan saya anggarkan untuk pembuatan TPA yang nantinya bekerjasama dengan bank sampah. Biar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai lagi, siapa tahu kesadaran masyarakat juga terbangun,” ujar Hendra.

Salah satu warga Desa Selogudig Kulon, Hasan, menyambut baik pembersihan sampah rumah tangga hingga popok bayi tersebut. Namun tutur Hasan, semestinya tak perlu menunggu protes warga untuk menciptakan lingkungan desa yang asri san bersih.

“Bagus, walaupun belum keseluruhan (pembersihannya). Ini langkah cepat normalisasi aliran sungai, meski harus menunggu viral dulu di media. Semoga besok berlanjut ke wilayah dusun sebelah,” tukas Hasan.

Ia berharap, pemerintah desa maupun dinas terkait lebih aktif memberikan sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan. “Juga solusi mengelola sampah agar berbuah berkah,” harap dia.

Diketahui, tumpukan sampah mengendap di kali sepanjang Dusun Kramatjati sampai Dusun Krajan, Desa Selogudig Kulon, sepanjang musim kemarau ini. Merasa tak nyaman, warga pun ‘wadul’ ke awak media sehingga tumpukan sampah menjadi berita viral, khususnya di media sosial. (*)


Penulis : Moh Ahsan Faradies
Editor : Efendi Muhammad