Jember,- KAI Daop 9 Jember menyebut masinis KA Ijen Ekspres sudah memberikan peringatan sebelum kereta menabrak Mobil Toyota Fortuner di perlintasan sebidang Desa Gambirono, Kecamatan Tanggul, Jember, Kamis (17/9/26).
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.05 WIB di Km 173+060, petak jalan Tanggul (TGL)–Bangsalsari (BSS). KA 239F Ijen Ekspres saat itu melaju dari Malang menuju Ketapang, Banyuwangi.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, mobil melaju dari arah selatan menuju perlintasan. Pengemudi diduga tidak berhenti terlebih dahulu sebelum melintasi jalur kereta.
“Masinis KA 239F (Ijen Ekspres) sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali. Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, kejadian temperan tidak dapat dihindarkan,” ujar Cahyo.
Setelah menabrak mobil, KA Ijen Ekspres berhenti untuk pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan terhadap rangkaian dan lokomotif.
Pada pukul 12.19 WIB, KA dinyatakan aman dan melanjutkan perjalanan. Seluruh penumpang dan petugas kereta dalam kondisi selamat.
Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA Ijen Ekspres terlambat 46 menit. Lampu kabut lokomotif juga mengalami kerusakan.
Cahyo mengimbau pengguna jalan berhenti terlebih dahulu sebelum melintasi perlintasan sebidang.
Pengendara juga diminta melihat kondisi jalur dari kedua arah dan memastikan tidak ada kereta yang melintas.
“Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang,” katanya.
Cahyo juga mengingatkan pengguna jalan untuk mendahulukan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 124 UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Pasal 114 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Kereta api tidak dapat berhenti mendadak dan memiliki jarak pengereman yang panjang. Disiplin dan kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” tegas Cahyo. (*)












