Probolinggo,— Program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) RI dinilai masih perlu diperluas.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania mengatakan, masih banyak Ma’had Aly )jenjang pendidikan tinggi di dalam lingkungan pondok pesantren) yang belum masuk dalam skema program tersebut, termasuk di Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Dini menjelaskan bahwa program tersebut sejatinya telah dijalankan melalui sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam, baik swasta maupun negeri.

Di wilayah Probolinggo, terdapat perguruan tinggi swasta yang telah menjadi penyelenggara, yakni Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong dan Institut Ahmad Dahlan (IAD).

Sementara itu, untuk perguruan tinggi negeri, mahasiswa dapat mengakses Program KIP Kuliah melalui Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya, UIN Jember, UIN Malang, maupun UIN lainnya.

“Di bawah naungan Kementerian Agama, KIP ini ada universitasnya. Kalau di Kabupaten Probolinggo ada UNZAH Genggong, ada Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo,” ucap ucap Dini di.Pondok HATI, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (2/8/26).

“Untuk kampus negeri bisa di UIN Surabaya, UIN Jember, UIN Malang, dan UIN mana pun juga bisa,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dini juga menanggapi belum banyaknya Ma’had Aly di Kabupaten Probolinggo yang terdaftar sebagai penyelenggara Program KIP Kuliah.

Ia mengakui persoalan tersebut masih menjadi pembahasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, khususnya yang membidangi pendidikan pesantren.

Dini menyebut, Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal pembahasan tersebut agar ke depan Ma’had Aly memiliki kesempatan yang lebih luas untuk ikut dalam skema Program KIP Kuliah.

“Ke depannya setelah Ditjen Pesantren ini, saat ini masih dalam pembahasan, tetapi yang akan datang kami akan perhatikan untuk Ma’had Aly dan sebagainya,” ujar dia.

Legislator Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II (Pasuruan-Probolinggo) ini juga membenarkan masih banyak Ma’had Aly di Kabupaten Probolinggo yang belum terakomodasi dalam program tersebut.

Karena itu, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan rapat kerja bersama Kementerian Agama untuk mencari solusi terbaik secepatnya.

“Insyaallah ke depannya kami sedikit demi sedikit membenahi dan melakukan rapat kerja dengan Kementerian Agama, utamanya untuk kepentingan itu,” pungkasnya. (*)

 

 


Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.