Pasuruan,- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pasuruan diwarnai kegiatan unik dan edukatif.
Selain mengikuti upacara bendera dengan khidmat, ribuan pelajar dan guru SMK Negeri 1 Grati langsung terjun ke lahan pertanian untuk mengembangkan program ketahanan pangan, Senin (17/8/2026).
Suasana khidmat tampak saat ribuan pelajar bersama dewan guru mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Namun, pemandangan berbeda terlihat setelah upacara selesai. Para pelajar tidak langsung meninggalkan sekolah, melainkan bergegas menuju lahan ketahanan pangan yang berada di sekitar lingkungan sekolah, tepat di depan ruang-ruang kelas.
Di lahan tersebut, para siswa tidak hanya belajar mengenai pertanian secara teori. Mereka juga terlibat langsung dalam proses budidaya berbagai jenis sayuran lokal dan buah-buahan.
Mulai dari menanam, merawat hingga melakukan perawatan tanaman dengan teknik yang baik dan benar, dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran sekaligus pembekalan keterampilan kewirausahaan bagi para siswa.
Hasil panen kemudian dikemas secara rapi sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Penjualan dilakukan secara langsung maupun melalui media online.
Kegiatan tersebut sengaja digelar usai upacara peringatan kemerdekaan untuk menanamkan semangat nasionalisme sekaligus memupuk kemandirian ekonomi dan kepedulian pelajar terhadap ketahanan pangan sejak dini.
Pelajar SMKN 1 Grati, M. Hafidz Oktanto, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung bagi siswa dalam mengelola dan memanfaatkan lahan pertanian.
“Kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga langsung praktik menanam dan merawat tanaman. Dari sini kami bisa belajar bagaimana menghasilkan produk yang nantinya bisa dijual,” ujar Hafidz.
Sementara itu, guru pendamping, Nur Khasan, mengatakan program ketahanan pangan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang mandiri sekaligus memiliki keterampilan yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini kami manfaatkan untuk memberikan pembelajaran nyata kepada siswa. Mereka belajar mulai dari proses menanam, merawat, sampai hasil panennya dikemas dan dipasarkan,” kata Nur Khasan.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga dengan membangun generasi muda yang produktif, mandiri dan memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan.
“Harapannya, siswa tidak hanya memiliki semangat kebangsaan, tetapi juga keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal untuk berwirausaha dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)












