Jember,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan Jember Fashion Carnaval (JFC), agar mampu menembus kalender pariwisata internasional.
Dukungan tersebut mencakup penguatan konektivitas, infrastruktur, hingga jejaring internasional untuk meningkatkan daya saing JFC di tingkat global.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan JFC telah berkembang menjadi salah satu ikon pariwisata Jawa Timur yang memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, peningkatan kelas JFC harus diiringi dengan akses transportasi yang memadai.
Salah satu langkah yang terus didorong adalah pembukaan dan penguatan rute penerbangan Jember–Bali.
Emil menilai, Bali merupakan pintu masuk utama wisatawan asing sehingga konektivitas tersebut akan mempermudah kunjungan wisatawan ke Jember saat JFC digelar.
“Gateway menuju ke luar negeri yang paling dekat adalah Bali. Bali bisa menjadi inkubator bagi daerah-daerah sekitarnya sembari tetap memajukan pariwisata Bali itu sendiri,” kata Emil, Minggu (26/7/26).
“Karena itu, penerbangan Jember–Bali terus kita rintis,” tambah eks Bupati Trenggalek ini.
Ia menjelaskan, keberlanjutan rute penerbangan itu membutuhkan dukungan bersama antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah kabupaten.
Optimalisasi penerbangan juga dapat difokuskan pada periode pelaksanaan JFC untuk mendukung mobilitas wisatawan.
Emil mengapresiasi masuknya JFC dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Ia menegaskan Pemprov Jatim siap membantu apabila terdapat peluang agar JFC masuk dalam jaringan event internasional.
Menurut Emil, dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi, termasuk menghadirkan penampil internasional dan memanfaatkan jejaring akademik, seperti Fakultas Desain Universitas Ciputra yang memiliki kerja sama dengan sejumlah institusi fashion di Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan.
“JFC memiliki keunikan konsep bercerita melalui busana yang sangat kuat dan orisinal,” tutur Emil.
“Kami siap menyinergikan seluruh sumber daya yang dimiliki Pemprov Jatim untuk mendukung keberlanjutan dan perluasan jaringan JFC di tingkat global,” janjinya.
Presiden JFC Budi Setiawan menyambut positif dukungan tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Iwan itu, para kreator muda JFC memiliki kapasitas untuk menghasilkan karya yang mampu bersaing di panggung dunia.
“Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa adik-adik akan mampu menyajikan karya-karya terbaik yang akan membanggakan Indonesia di mata dunia,” ucapnya.
Meski demikian, Iwan menilai kualitas karya harus diimbangi dengan kesiapan ekosistem pendukung.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah untuk memperkuat infrastruktur, aksesibilitas, serta standar pelayanan bagi wisatawan mancanegara.
“Kesiapan sarana dan pelayanan bertaraf internasional akan menjadi faktor penting agar Jember Fashion Carnaval mampu berkembang sebagai agenda pariwisata dunia yang berkelanjutan,” Iwan menyampaikan. (*)












