Jember,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember mempercepat penutupan perlintasan liar di sejumlah wilayah menjelang masa libur sekolah 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

Sepanjang tahun 2026, KAI Daop 9 Jember telah menutup 11 perlintasan liar yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat dan operasional kereta api.

Penutupan dilakukan oleh tim teknis KAI untuk memastikan perlintasan tersebut tidak kembali digunakan.

Sebanyak tiga perlintasan liar ditutup di Kabupaten Jember, tujuh titik di Kabupaten Banyuwangi, dan satu titik di Kabupaten Probolinggo.

Hingga pertengahan tahun 2026, tercatat tiga kejadian temperan terjadi di wilayah Daop 9 Jember.

Dua insiden terjadi di Kabupaten Probolinggo, yakni di petak jalan Probolinggo–Leces dan Grati–Bayeman, sedangkan satu kejadian terjadi di petak jalan Arjasa–Kotok, Kabupaten Jember.

Dari tiga kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di wilayah Jember.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan bahwa penutupan perlintasan liar menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Penutupan perlintasan liar menjadi langkah preventif yang terus kami lakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan,” beber Cahyo, Selasa (9/6/26).

“Saat ini 11 perlintasan liar telah berhasil ditutup dan proses penyelesaian sisanya akan terus kami lakukan secara bertahap bersama para pemangku kepentingan terkait,” imbuhnya.

Berdasarkan evaluasi KAI, sebagian besar kecelakaan di perlintasan sebidang disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu-rambu dan aturan keselamatan saat melintas.

KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.

“Pengguna jalan diminta berhenti sejenak dan memastikan kondisi aman dengan melihat ke kanan dan kiri, baik di perlintasan yang dijaga maupun tidak dijaga,” tutup Cahyo. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.