Jember,- Di tengah kawasan perkebunan dan hutan lereng Gumitir, berdiri salah satu infrastruktur perkeretaapian bersejarah yang hingga kini masih berfungsi sebagai jalur vital perjalanan kereta api.

Jembatan Mrawan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, tercatat sebagai jembatan kereta api terpanjang di wilayah PT KAI (Persero) Daop 9 Jember.

Jembatan yang menjadi ikon perkeretaapian di kawasan timur Jawa ini memiliki panjang 178 meter dengan ketinggian sekitar 60 meter.

Keunikannya tidak hanya terletak pada ukuran dan usianya yang telah melampaui satu abad, tetapi juga karena posisinya yang berada di antara dua terowongan legendaris, yakni Terowongan Mrawan dan Terowongan Garahan.

Berbeda dengan kebanyakan jembatan kereta api yang membentang di atas sungai, di bawah Jembatan Mrawan terdapat permukiman warga, fasilitas pendidikan, hingga kawasan industri pengolahan kopi dan karet milik PT Perkebunan Nusantara XII.

Kondisi tersebut menjadikan jembatan ini memiliki karakteristik yang unik dan kerap menjadi daya tarik bagi pecinta kereta api maupun fotografer.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan Jembatan Mrawan merupakan salah satu aset bersejarah yang masih memegang peran penting dalam mendukung konektivitas transportasi kereta api di Jawa Timur.

“Jembatan Mrawan merupakan jembatan kereta api terpanjang di wilayah Daop 9 Jember dengan panjang mencapai 178 meter dan ketinggian sekitar 60 meter. Jembatan ini dibangun pada tahun 1901 hingga 1902 oleh Staatsspoorwegen (SS) dan hingga kini tetap menjadi jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi,” kata Cahyo, Sabtu (13/6/26).

Menurutnya, KAI Daop 9 Jember terus melakukan perawatan dan inspeksi rutin untuk memastikan keandalan struktur jembatan yang telah beroperasi lebih dari 100 tahun tersebut.

Pemeriksaan dilakukan terhadap konstruksi jembatan, rel, bantalan, sambungan, serta berbagai komponen pendukung lainnya sesuai standar pemeliharaan prasarana perkeretaapian.

Selain memiliki nilai sejarah, Jembatan Mrawan juga menawarkan panorama alam yang memanjakan mata.

Penumpang kereta api yang melintas pada siang hari dapat menikmati pemandangan hutan yang masih asri serta hamparan perkebunan kopi dan karet khas kawasan Gumitir.

“KAI Daop 9 Jember memastikan Jembatan Mrawan tetap andal dan aman untuk mendukung perjalanan kereta api, sekaligus menjadi warisan sejarah perkeretaapian Indonesia yang terus hidup dan berfungsi hingga saat ini,” pungkas Cahyo. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.