Probolinggo,- Gerak cepat seorang anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo menghentikan truk bermuatan batu tanpa terpal di Jalan Raya Besuk, Senin (3/8/2026), menarik perhatian pengguna jalan.

Sopir truk mengaku batu yang diangkut berasal dari Pakuniran dan menyebut tambang tersebut milik ‘Pak Kyai Hafid’.

Truk tersebut diberhentikan saat melintas dari arah selatan menuju utara, tepat di depan Indomaret Besuk Kidul sekitar pukul 13.31 WIB.

Kendaraan yang hendak menuju jalur Pantura itu dihentikan karena muatan batu di bak truk tidak ditutup terpal dan dinilai membahayakan pengendara lain apabila batu maupun material berjatuhan ke jalan.

Anggota Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Syaiful mengatakan, penghentian dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Sudah saya ingatkan. Batu yang mau jatuh saya suruh geser ke depan. Sudah saya ingatkan untuk antisipasi bahaya pada pengendara di belakangnya,” ujar Syaiful kepada jurnalis di lokasi.

Saat dikonfirmasi di lokasi, sopir truk yang mengaku bernama Abdullah, menjelaskan bahwa material batu yang diangkut berasal dari wilayah Kecamatan Pakuniran.

“Dari Pakuniran,” katanya singkat.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kepemilikan tambang asal material tersebut, Abdullah menyebut tambang itu milik seorang kiai.

“Milik Pak Kyai-nya, Pak Kyai Hafid,” ucapnya.

Jurnalis ini kemudian kembali menanyakan alasan truk tetap beroperasi tanpa menggunakan penutup terpal pada bak muatan.

“Ndak ada, ada anu. Biasanya diterpal,” jawab Abdullah tergesa-gesa.

Ketika diminta menunjukkan kelengkapan dokumen kendaraan, Abdullah memperlihatkan surat yang mencantumkan nama PT Bahtera Kurnia Abadi. (*)


Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.