Jember,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menanggung seluruh biaya perawatan korban dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bangsalsari.

Selain itu, Satgas MBG Kabupaten Jember juga turun langsung untuk menyelidiki penyebab kejadian tersebut.

Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan laporan dugaan keracunan yang  diterima dari Kecamatan Bangsalsari selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG pada Rabu (15/7/26) malam dan langsung disampaikan kepada Bupati Jember.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bupati Jember menginstruksikan seluruh perangkat terkait untuk mengutamakan penanganan korban.

“Bupati telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait agar prioritaskan keselamatan warga,” ujar Fauzi, Kamis (16/7/26).

Kami memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis kedaruratan yang terbaik di fasilitas kesehatan, dan semua biaya perawatan ditanggung sepenuhnya alias gratis,” tambahnya.

Satgas MBG bersama pemerintah kecamatan mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium.

Camat Bangsalsari bahkan juga diminta memantau kondisi para korban dan berkoordinasi selama proses penanganan berlangsung.

Satgas MBG, menurut Fauzi, telah menjadwalkan investigasi ke lokasi untuk mengetahui penyebab kejadian.

“Hari ini tim Satgas turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan mendalam. Kami ingin memastikan dan mengidentifikasi secara detail apa yang menjadi penyebab utama dari insiden ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” terang Fauzi.

Sebelumnya, belasan penerima manfaat MBG dari SPPG 1 Karangsono, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, dilaporkan mengalami diare, mual, sakit perut, pusing, dan lemas setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (14/7/26) pagi. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.