Probolinggo,— Program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) Desa Bago, Kecamatan Besuk, yang disalurkan ke Taman Kanak-kanak (TK) Qur’an Kalijaga, Desa Kecik, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, menuai keluhan.
Siswi TK penerima manfaat program tersebut, inisial Z, mengaku menerima menu berupa nasi, sayur, telur mata sapi, dan satu potong tahu goreng pada Rabu, 15 Juli 2026.
Ayahnya, F, mengaku terkejut saat membuka bungkusan makanan itu. Warga Dusun Podegen RT 04 RW 01, Desa Kecik itu lantas menunjukkan menu MBG yang telah dipindahkan dari ompreng ke bungkus nasi berbahan styrofoam.
Menurutnya, porsi maupun komposisi makanan yang diterima anaknya tidak sesuai dengan harapan terhadap program pemenuhan gizi bagi peserta didik usia dini.
“Astaghfirullahal azhim, ini makanan manusia apa makanan kucing sih,” ujar F, menirukan reaksi spontannya saat pertama kali membuka bungkusan makanan tersebut, Kamis (16/7/26).
Menindaklanjuti keluhan tersebut, jurnalis media ini berupaya memperoleh konfirmasi dari Imam yang disebut sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) SPPG Desa Bago, Kecamatan Besuk.
Permintaan konfirmasi disampaikan melalui pesan pribadi WhatsApp (WA) pada Kamis, 16 Juli 2026. Pesan telah diterima dan dibaca, yang ditandai dengan centang biru, tidak memperoleh tanggapan.
Upaya konfirmasi juga dilakukan dengan mendatangi langsung SPPG berkode ID: YDGHCJ7U di Desa Bago, Kecamatan Besuk.
Saat didatangi, Korlap SPPG yang dimaksud tidak berada di lokasi. Seorang petugas SPPG yang ditemui hanya menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keluhan kualitas menu MBG tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pukul 16.30 WIB, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Desa Bago terkait keluhan warga mengenai kualitas menu MBG yang diterima peserta didik di TK Qur’an Kalijaga, Desa Kecik. (*)












