Lumajang, – Menghadapi ancaman kekeringan panjang akibat fenomena El Niño yang diprediksi terjadi pada 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiapkan armada distribusi air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono mengatakan, dampak El Nino tidak hanya berpengaruh pada kondisi lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu sektor pertanian serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Karena itu, langkah mitigasi dilakukan sejak dini.
“Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah peningkatan kesiapsiagaan logistik dan armada distribusi air bersih,” kata Yudhi, Minggu (3/5/2026).
Menurut dia, BPBD telah menyiapkan armada tangki air untuk menjangkau wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Upaya ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama puncak musim kemarau.
“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci, karena dampak El Niño bersifat luas dan tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja,” ujarnya.
Di sisi lain, BPBD juga menyusun dokumen panduan penanggulangan bencana sebagai acuan dalam menghadapi situasi darurat, termasuk potensi kekeringan. Panduan ini mencakup tahapan mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat.
Edukasi kepada masyarakat turut menjadi bagian dari strategi yang dijalankan. Warga diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta mulai melakukan penghematan sejak dini guna mengurangi risiko krisis air bersih.
“Dengan kesiapsiagaan, koordinasi, edukasi, dan pemanfaatan data, kami berharap risiko bencana dapat diminimalkan dan masyarakat tetap terlindungi,” pungkasnya. (*)











