Probolinggo,— Jalan rusak di wilayah Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, kini sudah berangsur membaik. Bahkan mayoritas ruas jalan, sudah mulus usai diperbaiki.
Camat Besuk, Handik Hariyanto, mengingatkan pelaku tambang yang menggunakan armada truk dan alat berat, agar tidak merusak kembali infrastruktur yang baru diperbaiki.
Ia meminta muatan truk ditutup terpal dan tidak melebihi kapasitas. Selain itu, kapasitas muatan hendaknya tidak melebihi kapasitas jalan yang dilalui.
Menurut Handik, berdasarkan hasil survei Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, kondisi jalan di Kecamatan Besuk, sekitar 90 persen sudah mulus.
“Jalan ini milik umum, milik bersama. Seluruh elemen masyarakat menggunakan jalan ini,” ujar Handik saat ditemui di rumah dinas Kecamatan Besuk, Rabu sore (22/7/26).
Ia menegaskan, keberhasilan perbaikan jalan tersebut merupakan hasil kerja pemerintah yang harus dijaga bersama.
Tanggung jawab menjaga infrastruktur, kata dia, tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga masyarakat serta para pelaku usaha yang memanfaatkan ruas jalan tersebut setiap hari.
Secara khusus, Handik menegaskan pengusaha tambang dan pengemudi truk pengangkut batu, pasir, maupun tanah agar selalu menutup muatan menggunakan terpal atau penutup sejenis.
Langkah itu dinilai penting untuk mencegah material berjatuhan ke badan jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Selain itu, ia juga meminta pengemudi tidak memaksakan muatan melebihi kapasitas maupun ketinggian bak kendaraan.
“Jangan terlalu dipaksakan sehingga batuan atau tanah dan semacamnya ini berpotensi keluar, yang akhirnya membahayakan pengguna jalan lain,” tegasnya.
Menurut Handik, apabila seluruh pihak memiliki kesadaran menjaga jalan, maka umur infrastruktur akan lebih panjang.
Dengan demikian, anggaran pemerintah daerah tidak terus-menerus habis untuk memperbaiki jalan yang rusak dan dapat dialokasikan untuk program pembangunan lainnya.
Portal Pembatas Kendaraan Masih Ditunggu
Selain menyoroti kedisiplinan kendaraan angkutan tambang, Handik juga menyampaikan perkembangan rencana pembangunan portal pembatas tinggi kendaraan di kawasan Jabung Sisir yang berbatasan dengan Desa Sumberan.
Ia menjelaskan, struktur penyangga portal di sisi kanan dan kiri jalan telah berdiri. Namun, pemasangan balok atau pipa pembatas ketinggian sebagai fungsi utama portal masih menunggu gebrakan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo.
“Ini kami menunggu dari pihak Dishub,” ujar dia.
Portal tersebut dirancang untuk membatasi kendaraan bertonase besar agar tidak melintasi ruas jalan yang baru diperbaiki.
Kebijakan itu diharapkan mampu menjaga kualitas jalan sekaligus mencegah kerusakan akibat kendaraan dengan beban berlebih.
“Kami mengimbau secepat mungkin bisa segera terlaksana,” Handik memungkasi. (*)











