Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya memperkuat sektor koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penopang utama ekonomi rakyat di tengah ketidakpastian global.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, sektor ini memiliki daya tahan yang terbukti mampu menopang ekonomi masyarakat, terutama di tingkat lokal.
“Koperasi dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Di tengah tantangan global saat ini, sektor ini harus semakin kuat, modern, dan mampu beradaptasi,” katanya, Minggu (3/5/2026).
Menurut bupati, perubahan ekonomi yang cepat menuntut pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga melakukan transformasi dalam berbagai aspek usaha.
Bupati Indah menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat sektor tersebut. “Salah satunya melalui percepatan digitalisasi koperasi dan UMKM dengan memanfaatkan platform e-commerce, marketplace, hingga sistem pembayaran non-tunai guna memperluas akses pasar,” ungkapnya.
Selain itu, bupati mendorong peningkatan akses permodalan melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan. Skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan dana bergulir daerah diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Pelatihan berkelanjutan akan difokuskan pada manajemen usaha, pengemasan produk, penguatan merek, hingga standardisasi mutu seperti sertifikasi halal dan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Pemerintah daerah juga berupaya memperluas jaringan pemasaran dengan mendorong koperasi dan UMKM masuk ke rantai pasok industri serta berpartisipasi dalam pameran berskala nasional maupun internasional.
“Empat fokus ini menjadi arah kebijakan kita agar koperasi dan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar naik kelas, modern, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)












