Probolinggo,— Dugaan aksi perampasan sepeda motor oleh kelompok yang diduga debt collector ilegal terjadi di wilayah Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Remaja bernama Arik (18) warga Desa Renteng, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, mengaku motornya diambil secara paksa oleh empat orang tak dikenal di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Kraksaan, Senin (13/4/26).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat korban tengah berhenti untuk membeli minuman. Usai membeli air dan duduk di area sekitar minimarket, korban didatangi oleh empat orang pria yang tidak dikenalnya.

Menurut keterangan Arik, keempat orang tersebut langsung mengarah pada sepeda motor miliknya, yakni Honda CBR tahun 2018 berwarna merah. Ia mengaku sempat dimintai kunci kendaraan, namun menolak memberikannya.

“Awalnya saya beli air, lalu duduk minum. Tidak lama kemudian datang empat orang tak dikenal dan langsung mengambil sepeda saya,” ujar Arik.

Korban juga menyebut sempat diminta menyerahkan kunci sepeda motornya, namun ia kembali menolak. Situasi kemudian memanas ketika sepeda motor miliknya didorong secara paksa ke arah gang oleh para pelaku.

“Mereka minta kunci, tapi tidak saya kasih. Motor saya langsung diseret ke gang. Saya sempat mengejar, saya diminta untuk tidak merekam,” katanya.

Puncaknya, Arik mengaku diarahkan menuju sebuah lokasi di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, yang disebut-sebut sebagai kediaman seseorang bernama Sahla Riyadi.

Di kawasan pesisir Pantai Utara itu, Arik mengklaim diminta uang tebusan sebesar Rp3 juta untuk mendapatkan kembali motor sportnya.

“Saya disuruh ke Kalibuntu, katanya ke rumah seseorang. Di sana diminta uang tiga juta,” ungkapnya.

Hingga saat ini, keberadaan sepeda motor milik korban belum diketahui pasti. Informasi sementara yang beredar menyebut bahwa kendaraan diduga berada di sebuah gudang, namun belum ada konfirmasi resmi terkait hal itu.

Selain itu, beredar pula sebuah video di media sosial yang memperlihatkan adanya adu mulut antara ‘bos’ Debt Collector, Sahla Riyadi, bersama istrinya dengan pihak Arik yang diduga terkait dengan kejadian tersebut. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.