KRAKSAAN-PANTURA7.com, Mejelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) se Kabupaten Probolinggo menggelar audiensi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Jum’at (26/6/2020) siang.

Ketua MUI Kabupaten Probolinggo, KH. Wasik Hannan mengatakan, kedatangannya ke kantor dewan untuk membahas Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dinilai berpolemik.

“Dalam RUU HIP itu ada upaya untuk memasukkan ideologi yang bertentangan dengan apa yang dimiliki oleh rakyat Indonesia. Kami harap Indonesia tetap utuh, jangan sampai ada hal-hal yang mengganggu kesatuan bangsa,” kata Kiai Wasik.

Salah satu poin penolakan RUU HIP, lanjut Kiai Wasik, lantaran tidak tercantumnya TAP MPRS yang mengatur pelarangan Partai Komunis Indonesia serta larangan untuk menyebarkan ajaran komunisme.

“Target kami datang kesini sesuai yang tertulis di surat pernyataan, bahwa ketika apa yang disuarakan oleh rakyat diabaikan maka kami tidak akan berhenti sampai disini. Kita akan terus berjuang melalui konstitusi yang tidak menyalahi aturan,” tutur dia.

Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Andi Suryanto Wibowo menyampaikan apresiasinya dengan gerakan tersebut. Sebab, RUU HIP tengah disusun oleh DPR RI.

“Wajib bagi kami sebagai lembaga perwakilan rakyat Kabupaten Probolinggo untuk meneruskan hal ini ke atas, dengan tuntutan pembahasan RUU HIP ini untuk dibatalkan. Karena memang seluruh elemen masyarakat tidak ingin ada perpecahan,” ungkap Andi.

Hasil dari audiensi tersebut, menurut Andi, secepatnya akan disampaikan ke DPR RI. Namun, kata dia, masyarakat juga harus prihatin terhadap wabah Covid-19 yang kini melanda Kabupaten Probolinggo khususnya.

“Secepatnya akan kita teruskan, sehingga suara rakyat Kabupaten Probolinggo terdengar di pusat. Semoga kedepan NKRI tetap aman dan damai khususnya, di Kabupaten Probolinggo,” tutupnya. (*)

Baca Juga  Lagi, MUI-Ormas Islam Desak RUU HIP Dibatalkan


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT